Selasa, 12 Januari 2010

Dialog Jadi Wacana Dunia Internasional

segala penderitaan yang orang kulit hitam dan rambut keriting alami diatas tanah Papua adalah sebuah skenario kolonialisme guna membunuh atau memusankan Ras Melanesia dan merEbut kekayaanya...untuk mengutuk mimpi buruk itu mari Berdialog.

Pembunuhan yang dilakukan oleh Militer Indonensia “Densus 88” terhadap Pemimpin Besar dan pejuang sejati, Jenderal Umeki Kletus Kulalok Kwalik yang sering dikenal sebagai Kelly Kwalik, Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Papua Barat yang dikenal dengan nama: Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dari OPM bukan akan meredahkan atau menghilangkan perjuangan Papua Merdeka. Penting dicermati dengan bijak bahwa terbunuhnya beliau tidak akan merendahkan prakasa Dialok damai yang mana prosesnya telah diambil di Papua dan Indonesia di mediasi pihak ketiga yang memiliki jiwa independesia.

Semua organ perjuangan baik Faksi maupun Pemuda-Mahasiswa hendak bercermin dan merendahkan diri terhadap isu sentral yang sementara ini menjadi peluang emas “Dialog” Papua-Jakarta yang telah berkomitmen harus ada mediasi pihak ke-tiga (Independensia) sangat rancuh jika ada Organ atau isu tandingan yang dibangun guna membatalkan isu Dialog Jakarta-Papua. Jika ada Dialog tandingan seperti dilaksanakan dari kelompok lain terindikasi ada bekingan kepetingan Negara harus cepat sadar diri karena persolan Papua bukan tergantung pada kepentingan bagaimana memuaskan kebutuhan Pria namun sebaliknya harus sadar bagaimana menyelamat Bangsa Papua dari cengkraman pemusnaan Etnis seperti yang selalu diserukan oleh Sokrates Yoman, Benny Giay, dan penulis lainya. Kecerdasan orang Papua untuk menangkap isu juga mempermainkan isu bukan lagi ada dalam kepetingan untuk menjaring isu Pemekaran, Proyek, dan isu lain olehkarenya Pentingnya kesadaran akan isu Dialog harus terus di Dialog dalam kalangan orang muda yang akan menjadi promotor perjuangan untuk generasi mendatang.

Kala Almarhum gugur pada tanggal 16 December 2009 di Timika .Walaupun dia telah pergi, tapi apa yang dia wariskan akan selalu dikenangkan dan tinggal bersama kita setiap saat. Warisan luhurnya harus tuntaskan Dialog damai Jakarta-papua yang dimediasi oleh pihak ke-tiga ndan harus didorong hingga mendapatkan kedaulatan kembali, terinspirasi pula dari beliau selalu ingatkan bahwasanya :

“Mari kita bersatu dalam tubuh kita sendiri, memberikan dukungan penuh dan mendorong kedepan Persatuan dan Kesatuan didalam semua kelompok organ perjuangan Papua barat baik faksi maupun pemuda; Dialok damai sebagai salah satu alat yang sangat bijak dan alternative sangat terbaik untuk mengakhiri penderitaan rakyat Papua ”.

Dilandasi oleh jiwa tersebut, harapanya harus mulai didiskusikan dan adakan pertemuan rekonsiliasi baru pada pemimpin-pemimpin organisasi-organiasi perjuangan bangsa Papua Barat dengan tujuan untuk mempersatukan persepsi yang berbeda dan mendiskusikan strategi-strategi perjuangan dimasa depan menuju Dialok itu.

Secara pribadi , saya menyakini bahwa satu Kelly Kwalik sudah ditembak mati oleh musuh bangsa Papua adalah kolonialisme Indonesia”Militer” tetapi ratusan ribu Kelly Kwalik akan bangkit dan bawa aspirasinya. Aspirasi itu tidak pernah mati, melainkan sebaliknya, aspirasi akan tumbuhkan inspirasi yang kuat mendorong tercapainya tujuan utama peluang sekarang “Dialog” perjuangan Bangsa Papua Barat.

Corong Revolusi yang selalu di isukan adalah satu taktik yang dapat memberikan sprit bagi kaum Pemuda maupun Organ untuk mencapai Dialog damai menarik dari pengalaman beliau alm. Kelik bahwa Selama 37 tahun perjuangan yang keadilan dan kebenaran tidak pernah ada peluang namun kini gagasan Pastor Neles kebadaby Tebay. Issue Dialog adalah satu anugrah menuju akan adanya Keadilan dan Kebenaran guna mendapatkan kemerdekaan yang sejati bagi rakyat papua barat.



MARI PERSIAPKAN DIRI MENUJU DIALOG
MULAI BERDIALOG DENGAN ORGAN DAN FAKSI
KARENA MELALUI DIALOG PERDAMAIAN AKAN ADA;
PERDAMAIAN SENJATA MENUJU MERDEKA !!!!

SEMOGA…..!!!

0 Comments: