Semua manusia memiliki hak untuk hidup tak seorang pun dapat menentuan kematiannya kecuali ajal !
Sebagai manusia yang berbudi tentu sadar akan Penciptaan Dan Ciptaan serangkaian kehidupan ini selalu saja diatur juga dinakohai oleh sesuatu yang besar sifatnya transeden yang ditapsirkan dengan berbagai versi. Ketika sifat trasenden itu makin menjauh maka ada beberapa unsure yang patut direfleksikan dalam wacana kehidupan : Kehidupan ciptaan yang makin melarat akibat adanya status Mayor (Penguasa) dan Minor (Dikuasai), Miskin dan Kaya. Penguasa dan dikuasai merupakan dua sisi yang amat sulit diferensiasinya dalam nurani sehingga hendak memiliki kejernihan hati untuk memilih secara bijak. Kebijakan individu akan memenentukan satu perubahan bila melihat nilai-nilai baik dari penguasa dan dikuasai oleh karena sangat perlu padangan positif guna menciptakan keseimbangan .
Keseimbangan hidup akan ada bila Padangan positif bila utamakan nilai-nilai dari bingkai Pencipta. Nilai-nilai penciptaan adalah : Cinta-kasih (compassion), keadialan (Justice), dan kebenaran (truth) akan bermuara pada kebebasan (freedom).
Cinta-kasih (compassion), Ketika dalam satu tatanan kehidupan kurang merasakan cinta-kasih dimana saling hormat-menghormati akan harkat dan martabat hidup sebagai mahluk ciptaan pada namun sang pencipta namun berkisar pada kalangan ciptaan maka patutlah direnungi untuk mendapatkan jalan terbaik guna mempertahan etikat cinta-kasih. Cinta-kasih tidak membunuh, memfitna, mencemohkan orang apalagi perang dan lain-lain. jika memang ada kekuatan manusia untuk melawan dengan kekuatan merupakan suatu ilham yang dianugrahi. Ilham yang ada akan berdaya apabila dilakukan atau dilandasi dengan etikat cinta kasih; Semisal bila manusia dapat berpikir maka hedaknya berpikir; jika manusia hendak berdialog anda pun mesti berdialog; jika ia menulis dengan andapun melawan dengan menulis. Konsekwensi dari semua adalah suatu kecurigaan,cmburu, & persaingan namun semua itu sebagai pelengkap guna meraih nilai-nilai cintah kasih.
keadialan (Justice), merupakan satu tatanan dalam hidup manusia dan semua orang dalam bumi ini tentu mengutamakan keadilan; penciptaan keadilan sama hal tidak membeda-bedakan suku, golongan, kelompok, faksi, ataupun organ perjuangan namun digiring dalam posisi mencari solusi atau keseimbangan situasi,kondisi berdsarakan kisaran waktu.
Unsur-unsur persatuan adalah penderitaan, memoria passionis, dan sejarah jika memang sama mengapa beda pandangan untuk wujudkan cinta kasih dalam tatanan kehidupan masyarakat bawa.
Berdialog, keadilan tentu akan menimbulkan rasa simpatik dari berbagai kalangan oleh karenanya akan menjerumuskan para pendukung untuk selalu tanamkan tekad untuk membahas guna mencari nilai cinta-kasih demi mendapatkan keadilan dari penderitaan, memoria passionis, dan sejarah .
kebenaran (truth), merupakan satu tatanan yang amat menentukan akan satu masalah-masalah yang sedang diwacana karena segala perbuatan akan dibuktikan dengan perbuatan berdasarakn data, penelitina, lembaga, dan lain-lain ! jika memang terbukti bahwa benar sedang terjadi satu masalah hilangnya cinta kasih, dan keadilan maka butuh kejujuran akan kebenaran atau setidaknya masalah yang sedang diperdebatkan.
Kesimpulan :
Cinta-kasih (compassion), keadialan (Justice), dan kebenaran (truth) akan bermuara pada kebebasan (freedom) jika di tegakan dalam rangkaian Dialog antar kelompok, golongan, dan faksi maka janganlah dipolitisir namun harusnya mengutamakan nilai-nilai tersebut agar gerbnong-gerbong penguasa tersisi, kala, juga merasa mengalah sehingga kedewasaan akan harkat dan martabat manusia pun diangkat di bumi ini dan terciptaalah satu nilai kebebasan bagi satu bangsa.
Jika memang kini sedang bercanda ria ( wacana Politik dengan ciptaan) baiknya kita bangsa Papua berpaling arah berpolitik dengan cara Penciptaan. Jika memang penciptaan itu Dialog maka marilah sama-sama saling ormat dan menghormati serta bergandeng tangan guna mendapatkan dan menemukan Cinta-kasih (compassion), keadialan (Justice), dan kebenaran (truth) akan bermuara pada kebebasan (freedom) .
Minggu, 24 Januari 2010
BIJAKNYA, DIALOG JAKARTA-PAPUA PANDANGAN BUDAYA DAMAI
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)


0 Comments:
Post a Comment