TONNY IFANDI : PELAJARAN UNTUK DPRP kata awas baik ada di hadapan kehidupan Orang Asli Papua. Terutama elite politik memangku kursi terhormat di Birokrasi dan DPRP. Dalam tindakan dan perkatan yang memihak orang asli papua, harus hati-hati. Cacatan perjalanan kehidupan orang papua sudah merah, ada kalangan yang selalu menstigmai tindakan elite politik atau birokrasi yang berpihak pada orang asli papua dengan istilah Separatis, Makar, OPM atau lainya. Rasa keragu-raguanan yang mendalam menjadi beban psikologis agar tidak mampu menciptakan rasa damai di dambakan oleh rakyat. Ini realitas Orang papua yang dipenjarakan secara psikis. Hak bereksrepsi pun dibungkam dengan membatasi ruang gerak. Tonny Ifandi pernah menentang stigma separatis, katanya “suatu istilah yang kaku dalm kehidupan orang papua “. Komentar ini menjadi sejarah pelajaran dalam kehidupan orang-orang ada dalam parlemen selalu diam. Anggota parlemen dibisukan dengan bentuk praktek penindasan, impunitas kehidupan rakyat yang bergejolak dalam kobaran api dibiarkan terbakar. Padahal anggota parlemen ada untuk bicara dan terus aspirasi rakyat tetang nilai-nilai perdamaain.. Mulut para anggota parlemen papua dikancing dengan gaya bahasa dialogis, diplomatis yang hanya berpikir untuk melegitimasi pemerintah atas kebijakannya. Secara abstrak kehidupan masyarakat pun tidak bersinergi dengan kebijakan. Semua elemen di papua dibinggung dengan arah berpikir yang positif untuk berpihak dan membangun rakyat papua. Pembangunan papua mesti dari Battom Up tapi kini terjadi Top Down. Tony Ifandi selalu gencara beRbicara tentang keselAmatan rakyat kini telah tiada, asirasi rakyat harapkan siapa lagi agar ada sedikit jalan keselamatan ?. Up Date Informasi Banyak gejolak konflik mulai berkicamuk, situasi ini amat bahaya dan membutuhkan kecerdasan pihak-pihak berkompeten segera bertidak. Gejolak papua : Timika Penutupan Pt. Freepot dan penembakan misterius terulang lagi, Paniai ada 8 masyarkat adat, tidak bersalah ditembak mati oleh Militer, Kasus Pelanggaran HAM berat pada Kongres Papua III, Mayarakat biasa di Bolakme-wamen disiksa oleh Militer, meninggalkanna satu anggota DPRP (Tonny Ifandy), Maraknya kampanye liar Pemilukada Gubernur. banyak Sort message servis (SMS) yang sifat terror berkeliaran diberbagai hand phone menyatakan 1 Desember 2011 adalah perang. Situasi sosial kemasyarakat kini tidak tertib, masyaarakat dipenuhi dengan perasaan rasa takut, terror dan intimidasi yang sangat tinggi; sejumlah kampus yang meliburkan mahasiswanya seperti Umel Mandiri, Yamas Papua, Mahasiswa demo Akademik STIE Port Numbai karena hendak tunda berikan ujian. Pihak berkompeten Ada sesuatu yang salah, seklaipun itu benar setiap orang yang ada diatas tanah papua mesti memaknai slogan “ PAPUA TANAH DAMAI” . slogan yang gencara mewarnai kalangan militer TNI/POLRI yang dlama pengamanan dimasyarkat recordnya kini menurun. Perpektif masyarkat yang semakin dikabur karean pendekatan fisik dipraktekaan, pendekatan persuasive slelau dikmapyekan hilang seketika. Hal ini menambah sederet ketidak percayan rakyat pada pihak berwajib, rakyat akan belrindung kemana ? . Birokrasi pemerintah yang semakin professional di tanah papua dengan maraknya pemekaran esensi menambah jug asederet actor korutor yang mendandalkan sikap korupsi, kolusi dan nepotisme. Selain itu semua berpikir tentang posisi, dan pendapatan dan kepangkatan. Eksejahteraan yang dikehendaki oleh pemeirntha kanda dalam birokrasi yang muluk-muluk, sebagai bahan refleksi mesti berpikir utamakan pelayanan rakyat. Pengidap HIV/AIDS yang dikampnyakan semakin gencara ditambah lagi pengindapnya, di papua menajdi nomor urut dua di Indonesia, gisi buruk, kamtian ibu hami, sejumlah sekola-skeolah di pesoloks paua tidka memilki tenga pengajar, semau tenaga professional masih berkeliaran di kaawasan perkotaan di eplok kmpaung semakin dibiarkan dengan bantuan 100 juta tipa bulan. Ekonomi kerakyatakan orang alsi papua yang semkain menajdi objek. Orang papua banyak termarginal atas tanah dan lahan hidup. pemerintah gadekan tanah dengan investor, tanah subur ditanami kelapa sawit yang maha rakyasasa akbtnya rakyat kehilangan hewa buruan dan mata pencaharian hidup, ada miskin absolute. Dewan perwkailan rakyat (DPR) juga sebagai fungsi legislasi belum mampu melahirkan kebijakan perpihak pada rakyat. Aspirasi rakat tentang damai selalu disalurkan namun dihilangkan pada pertegahan jalan. Kapasitasnya banyak mendapat stigma ketika bicara keselamatan rakyat, deretan record dpr juga belum mampu melihat dan mengkap reliata social. Kalangan rakyat papua digencarakan dengan ada aksi-aksi perlawanan yang diakan akbibat praktek pemerintah yang tidak transparansi, objektif dan komprehensif meliaht dinamika social. Ada kelompok KNPB meminta solusi penyelesaian papua dengan jalan REFERENDUM, kalangan jaringan damai papua meminta agar ada dialog setiga di fasilitasi oleh pihak ke-tiga segera di laksanakan, ada dialog-dialog public dilaksakan pada tv.one dan metro tv tetang sejumla masalah papua. Ada kalangan TPN atas namanya melakukan serangan, gencatan senjata, dan terror rakyat.
Minggu, 11 Desember 2011
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)


0 Comments:
Post a Comment