<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364</id><updated>2011-12-11T20:16:52.010-08:00</updated><category term='Akademika'/><category term='Refleksi'/><category term='SOSPOL'/><category term='MILITERISME'/><category term='POLITIK DAN DIPLOMASI'/><title type='text'>MeeLanesia</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364.post-5773024802867379622</id><published>2011-12-11T20:16:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T20:16:52.020-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SOSPOL'/><title type='text'>Untuk Tonny Ifandi</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;TONNY IFANDI : PELAJARAN UNTUK DPRPkata awas baik ada di hadapan kehidupan Orang Asli Papua. Terutama elite politik memangku kursi terhormat di Birokrasi dan DPRP. Dalam tindakan dan perkatan yang memihak orang asli papua, harus hati-hati. Cacatan perjalanan kehidupan orang papua sudah  merah, ada kalangan yang selalu menstigmai tindakan elite politik atau birokrasi yang berpihak pada orang asli papua dengan istilah Separatis, Makar, OPM atau lainya.Rasa keragu-raguanan yang mendalam menjadi beban psikologis agar tidak mampu menciptakan rasa damai di dambakan oleh rakyat. Ini realitas Orang papua yang dipenjarakan secara psikis. Hak bereksrepsi pun dibungkam dengan membatasi ruang gerak. Tonny Ifandi pernah menentang stigma separatis, katanya “suatu istilah yang kaku dalm kehidupan orang papua “. Komentar ini menjadi sejarah pelajaran dalam kehidupan orang-orang ada dalam parlemen selalu diam. Anggota parlemen dibisukan dengan bentuk praktek penindasan, impunitas kehidupan rakyat yang bergejolak dalam kobaran api dibiarkan terbakar. Padahal anggota parlemen ada untuk bicara dan terus aspirasi rakyat tetang nilai-nilai perdamaain..Mulut para anggota parlemen papua dikancing dengan gaya bahasa dialogis, diplomatis yang hanya berpikir untuk melegitimasi pemerintah atas kebijakannya. Secara abstrak kehidupan masyarakat pun tidak bersinergi dengan kebijakan. Semua elemen di papua dibinggung dengan arah berpikir yang positif untuk berpihak dan membangun rakyat papua. Pembangunan papua mesti dari Battom Up tapi kini terjadi Top Down. Tony Ifandi selalu gencara beRbicara tentang keselAmatan rakyat kini telah tiada, asirasi rakyat harapkan siapa lagi agar ada sedikit jalan keselamatan ?. Up Date Informasi Banyak gejolak konflik mulai berkicamuk, situasi ini amat bahaya dan membutuhkan kecerdasan pihak-pihak berkompeten segera bertidak. Gejolak papua :  Timika Penutupan Pt. Freepot dan penembakan misterius terulang lagi, Paniai ada 8 masyarkat adat, tidak bersalah ditembak mati oleh Militer, Kasus Pelanggaran HAM berat pada Kongres Papua III, Mayarakat biasa di Bolakme-wamen disiksa oleh Militer, meninggalkanna satu anggota DPRP (Tonny Ifandy), Maraknya kampanye liar Pemilukada Gubernur. banyak Sort message servis (SMS) yang sifat terror berkeliaran diberbagai hand phone menyatakan 1 Desember 2011 adalah perang. Situasi sosial kemasyarakat kini tidak tertib, masyaarakat dipenuhi dengan perasaan rasa takut, terror dan intimidasi yang sangat tinggi; sejumlah kampus yang meliburkan mahasiswanya seperti Umel Mandiri, Yamas Papua, Mahasiswa demo Akademik STIE Port Numbai karena hendak tunda berikan ujian.  &lt;/span&gt;Pihak berkompeten Ada sesuatu yang salah, seklaipun itu benar setiap orang yang ada diatas tanah papua mesti memaknai slogan “ PAPUA TANAH DAMAI” . slogan yang gencara mewarnai kalangan militer TNI/POLRI yang dlama pengamanan dimasyarkat recordnya kini menurun. Perpektif masyarkat yang semakin dikabur karean pendekatan fisik dipraktekaan, pendekatan persuasive slelau dikmapyekan hilang seketika. Hal ini menambah sederet ketidak percayan rakyat pada pihak berwajib, rakyat akan belrindung kemana ? . Birokrasi pemerintah yang semakin professional di tanah papua dengan maraknya pemekaran esensi menambah jug asederet actor korutor yang mendandalkan sikap korupsi, kolusi dan nepotisme. Selain itu semua berpikir tentang posisi, dan pendapatan dan kepangkatan. Eksejahteraan yang dikehendaki oleh pemeirntha kanda dalam birokrasi yang muluk-muluk, sebagai bahan refleksi mesti berpikir utamakan pelayanan rakyat. Pengidap HIV/AIDS yang dikampnyakan semakin gencara ditambah lagi pengindapnya, di papua menajdi nomor urut dua di Indonesia,  gisi buruk, kamtian ibu hami, sejumlah sekola-skeolah di pesoloks paua tidka memilki tenga pengajar, semau tenaga professional masih berkeliaran di kaawasan perkotaan di eplok kmpaung semakin dibiarkan dengan bantuan 100 juta tipa bulan. Ekonomi kerakyatakan orang alsi papua yang semkain menajdi objek. Orang papua banyak termarginal atas tanah dan lahan hidup. pemerintah gadekan tanah dengan investor, tanah subur ditanami kelapa sawit yang maha rakyasasa akbtnya rakyat kehilangan hewa buruan dan mata pencaharian hidup, ada miskin absolute. Dewan perwkailan rakyat (DPR) juga sebagai fungsi legislasi belum mampu melahirkan kebijakan perpihak pada rakyat. Aspirasi rakat tentang damai selalu disalurkan namun dihilangkan pada pertegahan jalan. Kapasitasnya banyak mendapat stigma ketika bicara keselamatan rakyat, deretan record dpr juga belum mampu melihat dan mengkap reliata social. Kalangan rakyat papua digencarakan dengan ada aksi-aksi perlawanan yang diakan akbibat praktek pemerintah yang tidak transparansi, objektif dan komprehensif meliaht dinamika social. Ada kelompok KNPB meminta solusi penyelesaian papua dengan jalan REFERENDUM, kalangan jaringan damai papua meminta agar ada dialog setiga di fasilitasi oleh pihak ke-tiga segera di laksanakan, ada dialog-dialog public dilaksakan pada tv.one dan metro tv tetang sejumla masalah papua. Ada kalangan TPN atas namanya melakukan serangan, gencatan senjata, dan  terror rakyat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4251516229963642364-5773024802867379622?l=meelanesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/5773024802867379622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2011/12/untuk-tonny-ifandi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/5773024802867379622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/5773024802867379622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2011/12/untuk-tonny-ifandi.html' title='Untuk Tonny Ifandi'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364.post-7186346326734221942</id><published>2010-10-27T08:58:00.000-07:00</published><updated>2010-10-27T08:58:06.757-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SOSPOL'/><title type='text'>SBY AKAN MENDRAMAI  RAKYAT INDONESIA HADAPAN OBAMA</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini cukup penting sebab kunjungan yang dijadwalkan 11 Nopember 2010 itu terjadi ketika Presiden SBY sedang menghadapi banyak kritik dan hujatan di dalam negeri. Bahkan ada yang sudah lebih dari sebulan, menyuarakan penggulingan SBY melalui parlemen jalanan. Dengan kata lain, Presiden Obama secara sengaja mengesampingkan kritik dan hujatan tersebut. Obama seolah memperlihatkan dukungan konkrit melalui kunjungannya tersebut. Obama lebih melihat SBY sebagai Presiden RI yang akuntabel dan kredibel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga sangat wajar apabila SBY menggunakan kunjungan Obama bagi pencitraan dirinya. SBY bisa mengatakan kepada mereka yang tidak menyukainya bahwa suka ataupun tidak suka, kepemimpinan yang dijalankannya justru mendapat penilaian positif dari sebuah negara besar yang memiliki demokrasi berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sederhanakah menyimpulkan makna kunjungan Obama? Tentu tidak. Kunjungan Obama sebaliknya harus dilihat menggunakan kacamata berlensa khusus. Bila itu yang digunakan, hasilnya kemungkinan berbeda jauh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan Obama justru merupakan sebuah tamparan bagi SBY. Setidaknya, apabila dilihat dari cara memilih negara yang patut dikunjungi. Obama nampaknya benar-benar menggunakan berbagai pertimbangan dan masukan dari para staf secara terukur.&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika Indonesia ditempatkan dalam perspektif keamanan, untuk standar AS, agaknya, termasuk salah satu wilayah tidak aman. Antara lain dipicu munculnya gerakan teroris dan kelompok anti AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan Belanda, negara yang tadinya hendak dikunjungi Presiden SBY awal bulan ini, secara kualitatif dan kuantitatif Indonesia jauh lebih berbahaya, jika konteksnya dikaitkan ancaman kelompok RMS terhadap SBY. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas terlihat, dari sisi keberanian dan cara menganalisa ancaman antara Obama dan SBY sangat berbeda. Obama memiliki keberanian menghadapi risiko. Padahal sebagai seorang sipil, Obama lebih rentan terhadap ancaman risiko dibandingkan dengan SBY yang pernah dilatih khusus bagaimana menghadapi risiko kematian dalam sebuah peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua terkait keputusan SBY yang secara tiba-tiba membatalkan kunjunganya ke Belanda gara-gara ancaman kelompok RMS. Gerakan ini meminta penegak hukum menangkap Presiden SBY apabila ia sedang berada di Belanda. SBY dinilai pentolan RMS sebagai pemimpin Indonesia yang bertanggung jawab atas pelanggaran HAM di Maluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas ancaman RMS sangat rendah dibandingkan teroris di Indonesia. Kendati demikian, SBY merasa ancaman yang sangat serius dan berisiko. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal meminjam ungkapan Taufiq Kiemas, sahabat SBY dalam panggung politik nasional, seorang pemimpin yang mati karena ditembak atau dibom ketika menjalankan tugas jauh lebih terhormat dibanding meninggal saat sedang tidur di atas kasur empuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja mencermati makna kunjungan Obama tidak cukup bila hanya dari satu sisi. Sisi lain yang perlu dilihat adalah kunjungan Obama mengandung hal-hal yang lebih simbolik dan protokoler. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Obama, akan tidak produktif dan visioner apabila lawatannya di Asia tidak menyinggahi Indonesia. Setuju ataupun tidak setuju, Indonesia merupakan salah satu negara demokratis terbesar di Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Substansi demokrasi inilah yang jauh lebih penting dibandingkan kritik dan hujatan terhadap Presiden SBY. Bahkan, Obama yang pernah menghabiskan masa kecilnya di Indonesia, sesungguhnya ingin mendengar kritik dan hujatan itu dan melihat langsung siapa saja orang-orang yang tidak senang dengan kepemimpinan SBY. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika SBY terkesan menjadi pemimpin yang telinga tipis, Obama justru ingin memperlihatakan bahwa dia adalah pemimpin yang memiliki telinga tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia, SBY boleh meninggalkan panggung politik Indonesia, tetapi sebagai negara, sampai kapanpun, Indonesia tetap eksis sekalipun tanpa SBY. Inilah nampaknya pesan tersirat yang hendak disampaikan Obama lewat kunjungan tersebut. Washington juga tentu berhitung dengan mulai berubahnya kebijakan Indonesia dalam sistem pertahanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro sebelum ada kepastian tentang kunjungan Obama ke Jakarta telah memastikan RI akan membeli pesawat tempur Rusia, merek Sukhoi hingga 180 buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Obama dan pembuat pesawat tempur di AS, kebijakan ini tentu saja merugikan citra AS. Sebab sebuah negara besar seperti Indonesia tidak lagi mempercayai kualitas produk AS. Sudah pasti dana miliaran dolar AS akan mengalir ke kantong-kantong industriawan Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga jika kalkulasi ini dimasukkan dalam analisa kunjungan Presiden Obama, semakin jelas bahwa kunjungan itu bukan dalam konteks untuk mendukung SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi etika diplomasi dan protokoler tentu saja akan sangat janggal apabila Obama yang sudah tiga kali membatalkan rencana perjalanan ke Indonesia, lalu akhirnya benar-benar mempermanenkan pembatalan tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4251516229963642364-7186346326734221942?l=meelanesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/7186346326734221942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/10/sby-akan-mendramai-rakyat-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/7186346326734221942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/7186346326734221942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/10/sby-akan-mendramai-rakyat-indonesia.html' title='SBY AKAN MENDRAMAI  RAKYAT INDONESIA HADAPAN OBAMA'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364.post-6734680732207600047</id><published>2010-10-09T04:03:00.000-07:00</published><updated>2010-10-09T04:03:23.275-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='POLITIK DAN DIPLOMASI'/><title type='text'>SBY Versus RMS ?</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia kembali diguncang persoalan diplomatik. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang sejak 2007 merencanakan kunjungan kenegaraan ke Belanda atas undangan Ratu Beatrix, menunda kepergian menjelang keberangkatan.&lt;br /&gt;Alasan penundaan adalah Presiden Yudhoyono akan ”diseret” mengikuti sidang atas tuntutan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Tuntutan diajukan oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri Republik Maluku Selatan (RMS).&lt;br /&gt;Penulis mengapresiasi langkah Presiden menunda kunjungan dengan beberapa catatan.&lt;br /&gt;Pertama, meski dipahami secara kasatmata sebagai blunder dalam pemahaman hukum internasional, penundaan harus diartikan dalam kerangka tekanan psikologis terhadap Kerajaan Belanda. Negara itu tidak mengklarifikasi adanya persidangan kasus HAM Indonesia di Den Haag. Oleh karena itu, Pemerintah RI harus segera menjadwalkan kunjungan pengganti agar dapat meminta klarifikasi Kerajaan Belanda.&lt;br /&gt;Kedua, agenda yang telah lama dirumuskan, yakni menandatangani dokumen kemitraan komprehensif di antara kedua negara, harus segera dilaksanakan.&lt;br /&gt;Preseden internasional&lt;br /&gt;Untuk kesekiankalinya langkah Pemerintah RI terhenti karena adanya perlawanan pihak-pihak gerakan separatis. Pada Agustus 2005, RI telah dikebiri dengan mendudukkan Gerakan Aceh Merdeka setara dengan Pemerintah RI dalam perundingan Helsinki. Kini, pemerintah harus menunda kunjungan akibat ulah sekelompok anggota RMS yang mengancam hendak menyeret Presiden Yudhoyono ke pengadilan.&lt;br /&gt;Sebagai catatan, gerakan separatis dunia mendapatkan angin segar setelah pada 17 Februari 2008 Parlemen Kosovo berhasil mendeklarasikan kemerdekaan secara unilateral yang didukung oleh banyak negara Barat. Inilah yang kemudian menjadi preseden internasional positif bagi gerakan separatis lainnya untuk menyalurkan kepentingan dalam forum-forum internasional. Namun demikian, banyak kelemahan atas kinerja negara yang lahir dari rahim separatisme semacam ini, di antaranya adalah ketidakpastian ekonomi. Sebagai bukti, tidak sedikit warga Serbia-Kosovo yang memprotes kinerja pemerintahan Kosovo belakangan.&lt;br /&gt;Walaupun Piagam PBB memberikan dukungan atas hak untuk menentukan nasib sendiri (right of self-determination), output yang diraih dengan jalan separatisme tidak jarang memakan banyak korban. Dalam berbagai praktik separatisme di negara lain, ribuan hingga puluhan ribu jiwa tewas akibat ulah gerakan separatis bersenjata. Sayangnya, hingga sekarang di antara rezim internasional yang ada hanya Shanghai Cooperation Organization yang secara tegas mendeklarasikan perang, tidak hanya untuk memberantas terorisme, tapi juga separatisme dan radikalisme agama.&lt;br /&gt;Penulis melacak, RMS sejak Mei 2008 gencar mengampanyekan HAM yang mereka sebut dengan Moluccas International Campaign for Human Rights (MICHR). Misinya adalah mengusut berbagai pelanggaran HAM yang mereka anggap dilakukan oleh Pemerintah RI. Tujuan utamanya adalah untuk melobi para politisi dan anggota parlemen di seluruh dunia, khususnya Komisi Eropa, untuk turut memperjuangkan kemerdekaan kelompok mereka (www.michr.net).&lt;br /&gt;Di Belanda, gerakan ini menaruh harapan besar dengan turut bergabung dalam berbagai pergerakan politik dalam negeri yang mendukung kepentingan kelompok RMS.&lt;br /&gt;Namun, kenyataannya, Kerajaan Belanda telah menorehkan dalam dokumen kemitraan komprehensif RI-Belanda bahwa negaranya telah mengakui secara de jure kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.&lt;br /&gt;Langkah di atas menuai kekhawatiran kelompok separatis yang masih bercokol di negara itu karena mereka menilai bisa menjadi entry point menguatnya pengakuan kedaulatan RI di mata Kerajaan Belanda.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Langkah antisipasi&lt;br /&gt;Ada tiga langkah yang diharapkan menjadi pelajaran dan jalan keluar dari kasus ini.&lt;br /&gt;Pertama, pemerintah perlu membangun kerja sama lebih lanjut dengan Kerajaan Belanda demi membangun kepercayaan politik. Belanda menjadi mitra yang setara dan kompeten untuk meningkatkan kesejahteraan di antara keduanya.&lt;br /&gt;Penguatan lobi pemerintah untuk merangkul Kerajaan Belanda menjadi langkah penting mengatasi berbagai manuver para politisi lokal dalam meloloskan lobi kelompok separatis.&lt;br /&gt;Kedua, sedikit banyak penulis mengidentifikasi menguatnya pergerakan RMS di Belanda merupakan eskalasi dari pernyataan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda JE Habibie yang memberikan kritik keras terhadap Partai Kebebasan (PVV).&lt;br /&gt;Pernyataan politis tersebut justru menjadi bumerang terhadap kepentingan nasional Indonesia, hendaknya mampu ditahan oleh seseorang yang mengemban misi kedaulatan di negeri orang. Partai pimpinan Geert Wilders, yang belakangan cukup populer ini, sangat berpotensi mendorong kepentingan kelompok separatis.&lt;br /&gt;Ketiga, mencermati fakta bahwa kekuatan riil RMS di bumi Maluku Selatan telah banyak berkurang, bahkan menghilang seiring dengan larinya Alexander Manuputty, Ketua RMS, ke Amerika Serikat.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, republik ini tidak perlu takut sekalipun harus melaksanakan referendum sebagai kemungkinan terburuk. Pemerintah pun perlu berkonsentrasi untuk membangun kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Maluku sehingga ketergabungannya dengan RI dapat dimaknai secara positif oleh rakyat dibandingkan dengan kehadiran RMS.&lt;br /&gt;Kemerdekaan Kosovo menjadi preseden yang sangat ditakuti oleh berbagai negara yang anti- separatisme. Tidak mustahil berbagai gerakan serupa akan bermunculan. Oleh karena itu, RI harus lebih berkonsentrasi dalam membangun kesejahteraan di setiap sudut wilayah teritorialnya. Ini terutama untuk mengurangi kemungkinan munculnya gerakan separatis lain, jika perlu membawa isu ini ke tingkat ASEAN agar memiliki kekuatan hukum yang mengikat dalam memberantas separatisme.&lt;br /&gt;Pamungkas Ayudhaning Dewanto &lt;br /&gt;(Editor Global Jurnal Politik Internasional, Departemen HI, FISIP UI)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4251516229963642364-6734680732207600047?l=meelanesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/6734680732207600047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/10/sby-versus-rms.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/6734680732207600047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/6734680732207600047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/10/sby-versus-rms.html' title='SBY Versus RMS ?'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364.post-3598408893247333875</id><published>2010-10-07T15:53:00.000-07:00</published><updated>2010-10-07T15:53:31.681-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='POLITIK DAN DIPLOMASI'/><title type='text'>Amerika Serius Amati Genosida di Papua karena Indonesia</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;Moderator Presidium Dewan Papua, Pdt Herman Awom, menyatakan, sidang dengar pendapat Kong­res AS tentang Papua sangat berarti bagi orang Papua.“Untuk pertama kali­nya dalam 48 tahun, masalah Papua dibahas di tingkat internasional. Dalam dialog itu kami meminta AS mendesak Indonesia membuka dialog untuk membahas otonomi Papua yang telah gagal dan ditolak orang Papua,” keterangan persnya di Jakarta, Selasa (5/10) kemarin.  sejumlah Mereka menyatakan pembahasan soal Papua oleh Kongres AS membuktikan AS serius melihat persoalan Papua. Para tokoh Papua menyatakan tetap akan menuntut DIALOG penyelesaian Papua dan REFERENDUM dengan jalan damai. Untuk pertama kalinya dalam 48 tahun, masalah Papua dibahas di tingkat internasional.Menurut Awom, Otonomi Khusus Papua (Otsus) yang diatur Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 gagal mencegah marjinalisasi orang Papua. Ia mengkritikOtsus yang justru mendatangkan banyak uang ke Papua, menyebabkan migrasi besar-besaran ke Papua. Dan orang asli Papua semakin DImarjinalkan,dibantai,dianiyayai olehs sistem dan kebijakan negara yang membabi-buta.“Bagi kami, dialog Indonesia dan Papua harus dimediasi pihak ketiga yang netral dan masing-masing pihak dalam posisi sejajar. Seperti dialog antara Aceh dan Indonesia. Bagi kami tidak ada kemungkinan lain selain merdeka,” kata Awom&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketua Dewan Adat Papua (DAP), Forkorus Yaboisembut, menyatakan pihaknya tetap menyatakan genosida telah terjadi di Papua. “Memang tidak terjadi pembunuhan besar-besaran secara seketika Akan tetapi terjadi genosida secara perlahan-lahan. Kami minta Indonesia mengizinkan para peneliti asing dan wartawan asing diperbolehkan masuk untuk membuktikan ada tidaknya genosida,” kata Yaboisembut.&lt;br /&gt;Terkait pernyataan AS yang mendukung keutuhan NKRI, dan pernyataan bahwa otonomi khusus merupakan solusi terbaik bagi persoalan Papua, Yaboisembut memahami kebutuhan AS untuk menjaga hubungan baik dengan Indonesia.&lt;br /&gt;“Akan tetapi, kami meminta AS tidak mengorbankan rakyat Papua untuk kedua kalinya. Sesi sidang dengar pendapat Kongres AS soal Papua adalah kemajuan, karena kami yang belum menjadi sebuah negara diterima berDIALOG di sana,” kata Yaboisembut.&lt;br /&gt;Yaboisembut menyatakan, pihaknya akan terus memperjuangkan tuntutan referendum melalui jalan damai. “Kami akan memperjuangkan DIALOG, dan ketiadaan dialog Indonesia-Papua adalah bukti bahwa Jakarta memang tidak siap untuk berDIALOG dengan kami. Kami akan melakukan konsolidasi mulai dari tingkatan adat, menjaga tanah, orang, dan kekayaan Papua. Kami juga akan menyusun parameter kegagalan otonomi khusus,” kata Yaboisembut&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4251516229963642364-3598408893247333875?l=meelanesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/3598408893247333875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/10/amerika-serius-amati-genosida-di-papua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/3598408893247333875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/3598408893247333875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/10/amerika-serius-amati-genosida-di-papua.html' title='Amerika Serius Amati Genosida di Papua karena Indonesia'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364.post-4536551992711429201</id><published>2010-09-21T23:41:00.000-07:00</published><updated>2010-09-21T23:41:12.008-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SOSPOL'/><title type='text'>Kilas Balik OTSUS Papua GAGAL Total</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kilas Balik OTSUS Papua GAGAL Total&lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;Lahirnya Undang-Undang No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua kala semua rakyat di Papua menyuarakan aspirasinya untuk pisah dari Indonesia atau Indonesia mengakui aneksisasi bangsa Papua melalui PEPERA 1969; OTSUS Papua merupakan, Suplemen (Obat) penyenang bagi kroni-kroni atau antek-antek (para eilite politik dan pejabat papua ) selama 25 tahun. Implementasinya,  Semua ada dalam big Mind Set  Jakarta. Implementasi Otsus di Tanah Papua bukan merupakan niat baik Jakarta  untuk mengangkat harkat dan martabat Orang Papua Asli dan membangun Sumber Daya Manusia Papua namun penerapananya untuk memusnakan Orang Papua Asli, menghancurkan Alam Papua kemudian menguasai tanah dan kekayaan orang papua . &lt;br /&gt;Para kroni-kroni atau antek-antek pemerintahan Negara ini sudah ada di Papua untuk memberikan dukungan pada paket-paket politik  Jakarta untuk mempertahankan papua bagian dari Indonesia maka semua dana disalurkan mereka mengelolahnya untuk sejahterakan dirinya tanpa memperhatikan aspirasi rakyat. &lt;br /&gt;Para pendonor dana Otonomi Khusus diberikan langsung dari Negara-negara kapitalis membangun kerja sama dengan Indonesia. Negara-negara itu, membangun kerja sama guna menanam investasi atas Jakarta di Papua untuk menguasai perekonomian terutama pengelolahan Sumber Daya Alam bagi Provinsi Papua mengabaikan manusainya. Ada Indikasi dana yang didapatkan oleh Jakarta dari sumber kekayaan alam Papua seperti dari PT. Freeport. Dana itu kemudian diberikan pada antek-antek Pemerinta di Tanah Papua untuk menjamin kehidupan Bangsa Papua. &lt;br /&gt;Dengan demikian, Timbul istilah Ambivalensi NKRI harga mati. Aspek lain, Orang Papua juga mempertahankan Papua Merdeka Harga Mati.  Undang-undang OTSUS dari Jakarta melihat produk politik untuk mempertahan Papua dalam NKRI. Aspek lain, Undang-undang sebagai produk ekonomi  bagi para Negara kapitalis. Pandangan Orang Papua Otsus ada sebagai tembok  penghalang bagi penentuan nasib sendiri untuk merdeka. Negara (baca : Pemerntah) halalkan berbagai cara guna mempertahankan Bangsa Papua adalah bagian dari NKRI. &lt;br /&gt;Setiap kesempatan petingi-petinggi Negara mengadakan kunjungan ke manca negara lain selalu saja gembar-gemborkan tentang kesuksesan Otonomi Khusus di Tanah Papua malah ada petinggi Provinsi atau Kabupaten (orang asli papua) ikut mendamping padahal rakyat sedang menjerit atas jeritan dan tangisan air mata atas tanah dan kekayaan;  Mereka kampenyekan bahwa Otsus adalah bentuk keseriusan pemerintah Indonesia atas Papua. ketika Rakyat Papua meminta Referenduma atau Dialog maka selalu saja parat elite Indonesia mengatakan bahwa Otsus adalah solusi final bagi penyelesaian pembukaman sejarah, pelanggaran Ham dan Ekploitasi Sumber Daya Alam (SDA) Papua. &lt;br /&gt;Kegagalan Otsus Papua membuktikan kegagalan Negara Indonesia untuk mengindonesiakan Bangsa Papua. kegagalam Otsus Papua menunjukan ketidak mampuan Negara Indonesia untuk bangun  Bangsa Papua. Hal ini, memang terjadi karena Bangsa Papua bukan merasa Ras Melayu, Bangsa Papua bukan bagian dari NKRI; Akan tetapi Bangsa Papua adalah Bangsa Negroid rumpun Melanesia yang tidak dapat dipisahkan dari kawasan Negara-negara pasifik tapi anehnya Papua bagian dari Indonesia, sangat tidaklah etis. &lt;br /&gt;Otsus Papua adalah produk rekayasa Negara kapitalis kepada Negara Indonesia. Otsus bukan menyelesaikan masalah Papua namun  amat memilukan bahwasanya menambah masalah semakin kompleks. &lt;br /&gt;Masyarakat dan Mahasiswa Papua Menolak OTSUS &lt;br /&gt;Dalam implementasinya, Sudah terbukti selama Otsus berjalan sangat mengancam hak-hak dasar Orang Papua Asli dimana banyak terjadi Pemekaran, Tranmingrasi dan Militerisasi maka awal tahun 2001 Bangsa Papua (masyarakat adat dan Mahasiswa) telah menolak dan mengembalikan paket politik ini; secara De Facato dan De Jure  masih diterapkan atau dijalan oleh antek-anteknya pemerintah Jakarta yang ada dalam dunia birokrasi (Gubernur, Bupati, DPRP). Secara konperhensif rakyat Papua tidak menerima lagi namanya OTSUS. Kampanye pemerintah tentang kesuksesan semakin mengada-ada mengakibat empat tahun kemudian melalui sidang Dewan Adat Papua III yang dilangsungkan di Munukwari,  Awal tahun 2005 menyatakan bahwa OTSUS Gagal Total, berlanjut hingga  pada 12 Agustus 2005 telah kembalikan ke Jakarta sang pemilik Otsus melalui Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) dalam kemasan peti mayat OTSUS. Namun, aksi pengembalian itu Pemerintah Indonesia mempercepat pembentukan Majelis Rakyat Papua (MRP) dan memperkuat Irian Jaya Barat kini Papua Barat dengan mengeluarkan sebuah payung hukum . &lt;br /&gt;Demikian aksi protes rakyat tetapi masih saja OTSUS itu berjalan atas MRP yang dibentuk semakin gencar diperkuat dan pemerintah mengkampanyekan kesuksesan OTSUS telah terjadi; aspek lain, masayarakat mengalami penembakan, Marginalsiasi, Isolasi kebijakan, Pemekaran tanpa aspirasi rakya dll . &lt;br /&gt;Menjadi Sejarah, Forum Demokrasi Rakyat Papua Bersatu (FORDEM) dipelopori oleh Salmo Yumame, Pdt. Benni Giay, Ferderika Korain, Marten Agapa, Marten Goo, Pdt. Jhon Baransano,Pdt. Titin halau; 2 Mahasiswa Uncen : Benyamin Ngurik dan Natan Tebai. Kelompok ini, Sangat  gigih dan berani mengambil resiko mendorong proses MUBES melalui aksi dilakukan awalnya melalui tuntutan SK. MRP. No. 14. Tahun 2009 tantang Bupati Dan Wakil Bupati harus Orang Papua Asli. FORDEM menahan masa menginap di halaman kantor Gubernur namun beberapa waktu kemudian di evakuasi ke kantor DPRP dan aksi tuntutan dilanjutan hinggga dua hari akhirnya Gubernur  papua, Barnabas Suebu menerima aspirais rakyat.  &lt;br /&gt;Aski FORDEM menunutut agar MRP sebagai Lembaga negara secara resmi menyelenggarakan Musyawarah Besar (MUBES) rakyat bersama Majelis  Rakyat Papua; hal ini, benar dinyatakan  pada  selama tanggal 9 -10 Juni 2010 yang menghadirkan perwakilan dari 257 Suku-Bangsa ada di Papua. &lt;br /&gt;Dinamika yang terajdi Dalam Mubes (257 suku-Bangsa Papua ) menyatakan bahwa OTSUS Gagal Total  Harus Dikembalikan ke Jakarta. Melalui MUBES menghasilkan 11 Rekomendasi ini ditetapkan melalui sebuah pleno resmi dihadiri semua 3 Pimpinan dan anggota 45 MRP, dalam sidang dipimpin oleh Drs. Agus Alua M.TH. didampingi ketua I &amp; II, Ir. Frans Wospakrik dan Dra. Hanna Ikoyabi. kepedulian MRP terbukti hingga pada 18 Juni dengan 20 ribuan masa mengantarkan 11 rekomendasi ke gedung DPRP Papua guna menindak lanjuti aspirasi itu dalam mekanismenya yakni mengadakan sidang paripurna istimewa. Walaupun kesempatan itu, seluruh Militer baik Polisi, Brimob, Tentara Angkatan Darat, Laut dan Udara turun Blockade jalan raya imbi Jayapura yang dihadapan masa di perhadapkan dengan panser-panser dan setiap orang dilengkapi dengan senjata dan granat. hal ini, tidak membuat rakyat mundur atau takut karena Rakyat Papua Berkomitmen OTSUS Gagal Harus Dikembalikan.  ketua DPRP, Jhon Ibo yang telah mempimpin selama 3 perode menjadi takut dan kaku menarima aspirasi itu mengakibat langsung berpura-pura ke Jakarta alasan dipangil Presiden  SBY. Dengan berani, percaya diri aspirasi itu diterima oleh Komarudin Watubun, sangat peduli dengan dengna jeritan rakyat  maka beliau datang menerima masa aksi yang telah menginap di kantor DPRP; Di hadapan perwakilan dewan itu, Masa aksi diwakaili oleh Pdt. Benny Giai membacakan statemen rakyat bahwasanya 11 Rekomendasi harus disahkan dalam sidang Paripurna. Pendapat rakyat mengkristil dan DPRP menerima langsung dan menjanjikan akan lakukan panggilan pada  pimpinan komponan  masa aksi pada Senin, 12 Juli 2010 jika kesempatan itulah dijanjikan  Ketua DPRP, Jhon Ibo dan ketua fraksi lainya akan  datang; &lt;br /&gt;Janji DPRP, atas Komarudin Watubun benar ditepati. hari Senin, 12 Juli 2010 para perwakilan pimpinan komponen Bangsa Papua. Pada kesempatan itu, dihadapan perwakilan pimpina komponan dan faksi sidang di Pimpinan DPRP : Jhon Ibo, Yunus Wonda, Yop Kogoya dan Komarudin Watubun memimpin sidang. Dalam percakapan dalam sidang memang para pemimpin itu sepakat dengan rakyat  telah mengatakan Otsus Gagal Total  tapi OTSUS Papua belum dikembalikan ke Jakarta pemilik. Menurut kesempakata kala itu, pada tanggal 3 Agustus 2010 akan dibentuk tim khusus guna mengkaji mempersiapkan forum ilmiah yang yang membedah. Pada kesempatan itu juga Jhon Ibo memerintah Komisi A untuk mengkoordinasikan pimpinan Eksekutif, Legislativ, komponan akademis, Lsm, dan Agama serta organisasi masyarakat di Tanah Papua agar tanggal 3 Agustus 2010 membentuk tim. &lt;br /&gt;Pada tanggal 2 Agustus 2010 pada malam hari beberapa pimpinan elemen gerakan dikagetkan dengan sebuah surat dilayangkan oleh DPRP kepada perewakilan komponan Bangsa Papuap; isinya tentang penundaan pertemuan selama 2 Minggu jika hitung tanggal itu jatuh tempo 17 Agustus yang otomatis semua disibukan untuk merayakan hari kemerdekaan. tetap pada komitmennya bahwa DPRP harus melakukan sidang paripurna. Namun, apa yang terjadi ?.  Pihak DPRP kemudian memaksa agar rakyat bersama DPRP mengantar 11 Rekomendasi pada Tanggal 20 sampai 25 Agustus 2010 pada pihak terkait yang menjalan roda OTSUS di Tanah Papua yakni pihak Eksekutif agar diterus pada Jakarta sebagai pimpinannya. Hal ini, menunjukan bahwa DPRP berupaya untuk mempertahankan OTSUS yang Gagal Total; upaya terselubungnya untuk memperpanjang menghancuran Tanah Papua, serta melemahkan perjuangan rakyat agar keluar dari jeritan dan tangisan ketidak adilan sedang terjadi . &lt;br /&gt;Momentum pengembalian OTSUS sudah tercipta berulang kali namun tidak dilakukan atau dilaksankan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat kini menjadi penghianat. Ironisnya, rakyat sudah menolak OTSUS. Anggota DPRP tidak memperhatikan atau menindak lanjuti apsirasi itu padahala Rakyat yang mengangkat Mereka (DPRP). Seakan Jakarta yang memilih mereka (DPRP) makanya amah dari Jakarta DPRP patuhi sedangkan aspirais rakyat diabaikan.&lt;br /&gt;Harapan gelar Sidang Paripurna menjadi sirnah aspirasi itu kembali pada tradisi bahwasanya masuk tong sampah di DPRP Papua. &lt;br /&gt; waktu lain, Gubernur mempromosikan diri melalui RESPEK adalah indikator keberhasilan OTSUS. Aspek lain, pihak Eksekutif telah lakuka Revisi Undang-Undang OTSUS tanpa sepengetahuan pihak terkait juga rakyat. sungguh malangnya nasib para elite semoga tidak dapat kutukan dari rakyat. Dalam rangka itu pula para elite Papua diseluruh Papua dan Papua Barat pada tanggal 5 Agustus 2010 diundang oleh SBY untuk merevisi OTSUS . para elite Papua menjadi boneka Jakarta pembunuh darah dingin secara tidak langsung . Para elite Politik, Birokrasi, dll cermatanya, sikap demikian cenderung sudah, sedang dan akan menjual Tanah dan Bangsa Papua yang menjurus pada pemusnaan etnis . &lt;br /&gt;Upaya revisi, kini sedang digembar gembor oleh antek-antek Negara dalam berbagai kesempatan diskusi, seminar, loka-karya dna dilansirkan melalui media cetak. Ada dua lembaga yang menfasilitasinya, kelompok yang mempertahan OTSUS itu CIS (Budi Setyanto) dan Democratic Study Center  (Musa’ad). Mereka hanya menyimpan segumpalan kepentingan guna mengorbankan aspirasi Rakyat Papua sedang ada dalam kurungan pembantaian pemusnaan etnis. Mereka berdua, tidak memiliki nilai kemanusiaan; mungkin mereka orang pintar ada untuk selamatkan Rakyat Papua ? disamping mereka bukan Rakyat Papua memiliki otoritas untuk mengatur dan melaksanakan semua amanah rakyat. Ironisnya, upaya terselubung dilakukan seminar di Hotel Sentani Indah mengahadirkan 70 Peserta dari berbagai golongan Pro Otsus.   &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi semua dinamika politik yang sudah, sedang dan akan mengemuka di Tanah Papua, Maka pada kesempatan ini Mahasiswa diseluruh Tanah Papua tergabung dalam BEM Papua, Menyatakan sikap juga bahwa : &lt;br /&gt;1). Segera, hentikan upaya kompromi politik dengan Indonesia atas namakan rakyat di Tanah Papua . &lt;br /&gt;2). Segera, hentikan Revisi Undang-Undang OTSUS Papua dan penerapan kebijakan politik lain diseluruh tanah air papua karena OTSUS sudah terbukti Gagal &lt;br /&gt;3). Para elite Birokrasi, Politik dan Militer harus jelih menghindari politik Devide Et Impera (adu domba) hingga terciptanya ketidak nyamanan di tanah papua . &lt;br /&gt;4). DPRP dan DPRD segera membawa 11 rekomendasi melalui mekanisme sidang paripurna  selanjutnya diserahkan ke Gubernur dan kembalikan paket politik Otsus ke Jakarta . &lt;br /&gt;5). Segera selesaikan masalah Papua dengan  jalan damai atau dilakukan dialog yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanuasian serta dialog yang dimediasi oleh pihak ketiga . &lt;br /&gt;6). Hentikan mengadaan KODAM, dan  POLDA dan pulangkan TNI maupun POLRI yang sedang membludak di Tanah Papua karena menciptakan miss komunikasi dan mendatangkan konflik vertical maupun horizontal sejarah masa lalu.  Hentikan penambahan pasukan di Tanah Papua .&lt;br /&gt;7). Pemerintah segera sahkan aspirasi rakyat tetuang dalam Peraturan Daerah Khusus (PERDASUS) dan Pertura DaeraH Provinsi (PERDASI)&lt;br /&gt;8). Tinjau kembali sejarah Bangsa Papua atas aneksasi negara Indonesia.&lt;br /&gt;9). Hentikan Pemekaran Provinsi Dan Kabupaten di seluruh Tanah Papua&lt;br /&gt;10). RESPEK Gagal Perdayakan Manusia Papua ADA Di kampung, tidak ada sekolah-sekolah dan Universitas khusus di bangun oleh provinsi untuk menampung dan mendidik anak-anak dari kampung agar kelak, pulang ke kampong dan bangun kmpaung dengan dana Respek. Dana adalah langkah akhir dari sebuah program bukan langkah awal dari program kerja. cermatannya , awal haruslah Sumber Daya Manusia. Respek langkah kerja mimpi . &lt;br /&gt;11). Mendukung,  SK. MRP. No. 14. Tahun 2009 tetang Bupati dan Wakil Bupati harus Orang  Papua Asli. &lt;br /&gt;12). Gubernur dan Wakil Gubernur haruslah Orang  Papua Asli bukan hasil pernikahan atau perkawinan silang. Ke dua-nya harus, memiliki loyalitas dan integritas terhadap masalah Rakyat Papua dimana mendukung penuh segala niat rakyat untuk bebas dari perbudakan colonial sedang menjalar dalam nurani. Ke-duanya harus, menolak kebijakan pusat yang mengobarkan rakyat Papua. Ke dua-nya harus, Pro rakyat imbangi kebijakan pusat tidak serta-merta tunduk pada kebijakan Negara. ke-dua-nya harus, mengembangkan Sumber Daya Manusia Papua dalam berbagai bidang. Ke-duanya harus, memperhatikan populasi penduduk Orang Papua Asli.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4251516229963642364-4536551992711429201?l=meelanesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/4536551992711429201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/09/kilas-balik-otsus-papua-gagal-total.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/4536551992711429201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/4536551992711429201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/09/kilas-balik-otsus-papua-gagal-total.html' title='Kilas Balik OTSUS Papua GAGAL Total'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364.post-5384798789745186359</id><published>2010-07-17T07:26:00.000-07:00</published><updated>2010-07-17T07:26:55.601-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='POLITIK DAN DIPLOMASI'/><title type='text'>“RAKYAT PAPUA MENGUGAT IMPLEMENTASI OTSUS SECARA BENAR DAN BERTANGGUNG JAWAB</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Press Release&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;FORUM DEMOKRASI RAKYAT PAPUA (FORDEM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“RAKYAT PAPUA MENGUGAT IMPLEMENTASI OTSUS SECARA BENAR DAN BERTANGGUNG JAWAB”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Dewasa ini, masyarakat Papua semakin dibingungkan dengan berbagai kebijakan dan pernyataan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah di Papua, terkait implementasi Undang-Undang No, 21/2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Setelah 9 tahun diberlakukannya undang-undang ini, berbagai kebijakan pembangunan yang dirumuskan dan diterapkan di Tanah Papua, semakin menjauh dari semangat dasar lahirnya Otonomi Khusus (OTSUS) Papua. Status hidup rakyat Papua juga tidak mengalami perubahan berarti, keadilan dan kesejahteraan rakyat Papua yang menjadi tujuan utama dari lahirnya OTSUS, tidak terlihat secara signifikan. Berbagai contoh kasus yang sudah dan sedang terjadi dapat menjelaskan  kondisi memperihatinkan ini.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Papua tetap mengeluh dengan biaya kesehatan dan pendidikan yang tetap tidak mampu mereka jangkau. Di bidang kesehatan, Keputusan Gubernur provinsi Papua No. 6/2009 tentang Pengobatan Gratis bagi Rakyat Asli Papua melalui subsidi dana OTSUS, tidak berlaku efektif di lapangan. Obat-obat dan alat kesehatan standar yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat, tidak tersedia di rumah sakit-rumah sakit umum milik pemerintah daerah. Hal ini memaksa masyarakat harus membelinya di apotik-apotik komersil dengan harga yang sangat mahal. Peraturan Gubernur tersebut tidak memperhitungkan dampaknya bagi kesejahteraan para tenaga medis, sehingga memicu timbulnya aksi mogok kerja yang dilakukan para-medis dan tenaga dokter sepanjang akhir tahun 2009. Di bidang pendidikan, Papua tetap bergumul dengan minimnya tenaga guru terutama di pedalaman-pedalaman, alat-alat belajar yang minim, bahkan para orangtua yang masih saja mengeluh tentang tingginya biaya pendidikan di segala tingkatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang ekonomi, masyarakat asli Papua masih terus bergumul dengan persoalan kemiskinan, miskin di atas tanah yang mengahasilkan devisa besar bagi pendapatan nasional negara Indonesia. Perkembangan kegiatan ekonomi di daerah perkotaan di Papua dalam wujud menjamurnya pembangunan ruko-ruko, mall dan hotel, hanya tidak dapat menjadi ukuran kemajuan Papua karena hanya dimiliki segelintir orang. Warga Papua kebanyakan semakin terhempas ke pinggiran, semisal Mama-Mama Pedagang Asli Papua yang tetap duduk berjualan di atas aspal dan tanah berbecek. Derasnya arus migrant ke Papua untuk mencari hidup, membuat orang Papua tambah terpuruk dan tidak mampu bersaing merebut kesempatan –kesempatan ekonomi yang tersedia.  &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di bidang hukum dan politik, harus digarisbawahi bahwa OTSUS tidak memberi keleluasaan dan jaminan hukum bagi Hak Orang Asli Papua untuk terlibat secara signifikan dalam kehidupan politik dan penyelenggaraan pemerintahan di daerah ini. Upaya Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk memastikan keterwakilan Orang Asli Papua secara memadai di dalam lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Papua, mengalami begitu banyak rintangan dan penolakan, baik dari pemerintah daerah hingga di pemerintah pusat di Jakarta. Kasus 11 kursi untuk Orang Asli Papua di DPRP menjadi bukti dari kekacauan ini. Kemudian, impian orang Papua untuk bebas memimpin daerahnya sendiri melalui mekanisme pemilihan kepala daerah, menjadi lenyap ketika Keputusan Kultural MRP terbaru No. 14/2010 tentang Calon Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota yang harus Orang Asli Papua, tidak dihormati Gubernur Papua, Komisi Pemilihan Umum dan partai-partai politik dalam PEMILUKADA Kotamadya Jayapura dan Kabupaten Kerom yang tahapan pencalonanannya sedang berlangsung.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan contoh kekacauan demi kekacauan yang terjadi di atas, hal ini menandakan bahwa Otonomi Khusus Papua sudah tidak mampu memberikan jaminan hokum dan jaminan politik bagi Orang Asli Papua untuk mengatur diri dan menjalankan pembangunan dengan baik di Tanah Papua sebagai bagian integral negara Indonesia. Seluruh sendi kehidupan masyarakat dan pemerintahan di Papua goyah, dan perlu dilakukan perubahan mendasar sesegera mungkin untuk menjamin terciptanya demokrasi dan penghormatan terhadap hak-hak orang Papua sebagai bagiand ari warga negara RI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sebagai bagian dari masyarakat sipil Papua yang prihatin dengan situasi yang ada, kami menyatakan sikap kami sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menuntut Presiden RI, Gubernur Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, Dewan Perwakilan Rakyat Papua dan Papua Barat agar menunjukkan itikad baiknya, menjalankan dengan sungguh-sungguh amanat Otonomi Khusus Papua;&lt;br /&gt;2. Meminta kepada Presiden Republik Indonesia untuk mememerintahkan Komisi Pemilihan Umum untuk menghentikan sementara seluruh proses PEMILUKADA di Tanah Papua yang mencakup Provinsi Papua dan Papua Barat, hingga adanya PERDASUS yang mengakomodir tuntutan rakyat Papua sebagaimana diputuskan MRP dalam Keputusan Kultural No. 14/2010;&lt;br /&gt;3. Meminta Gubernur Provinsi Papua, Dewan Perwakilan Rakyat Papua untuk segera melahirkan PERDASUS yang mengatur penambahan kursi Orang Asli Papua sesuai amanat OTSUS di DPR Provinsi Papua dan Papua Barat;&lt;br /&gt;4. Meminta Gubernur Provinsi Papua dan DPRP untuk segera menetapkan PERDASUS tentang pembatasan masuknya penduduk migran di Tanah Papua, demi terjaminnya hak Orang Asli Papua untuk terlibat secara bebas dan aktif dalam pemilihan kepala daerah di tiap kabupaten dan kotamadya se-Tanah Papua;. di dalam PILKADA secara bebas;&lt;br /&gt;5. Apabila alternative usulan-usulan di atas sudah tidak memadai untuk melindungi hak hidup Orang Asli Papua, maka kami meminta Presiden RI untuk berdialog secara bermartabat dengan masyarakat Papua guna mencari penyelesaian baru atas kekacauan yang terjadi secara demokratis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4251516229963642364-5384798789745186359?l=meelanesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/5384798789745186359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/07/rakyat-papua-mengugat-implementasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/5384798789745186359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/5384798789745186359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/07/rakyat-papua-mengugat-implementasi.html' title='“RAKYAT PAPUA MENGUGAT IMPLEMENTASI OTSUS SECARA BENAR DAN BERTANGGUNG JAWAB'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364.post-2951183380964253391</id><published>2010-07-06T05:46:00.000-07:00</published><updated>2010-07-06T05:46:23.684-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='POLITIK DAN DIPLOMASI'/><title type='text'>ORANG PAPUA MATI MERDEKA kan INDONESIA</title><content type='html'>ORANG PAPUA MATI MERDEKA kan INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mari kita bekerja untuk papua tanpa berpikir kepentingan namun berpihak untuk kebersamaan dan keselamatan bangsa unutk generasi baru . &lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak papua berintegrasi dalam negara bhineka ini, banyak sejarah yang terukir dalam berbagai elemen-elemen gerakan, masayarakat, dan pemerintahan untuk  dapatkan kebebasan yang mandiri dan berdaulat. Seluruha elemen itu selalu diberikan gelar dengan stigma bodoh, miskin , terbelakang, separatis serta praktek penyelamatanya selalu diklaim makar . &lt;br /&gt;Kini, masayarakat adat di Papua berada dalam bayang-bayang pemusnaan etnik yang sangat kencang diwujudkan oleh negara Indonesia melalui antek-anteknya tergabung pula  dalam irama perjuangan Papua Merdeka hingga terjadi pemekaran, militerisasi, dan transmingrasi illegal. &lt;br /&gt;Aksi-aksi seremonial yang dilakukan oleh organ-organ atau faksi-faksi perjuangan menjanjikan kemerdekaan akan datang melalui kerja-kerja laporan pelanggaran Ham, Demontrasi, dan pengadeaan sumber daya alam pada negara-negara barat. Semua dilakukan untuk orang asing yang jauh bedanya pola pikir, suku, dan budayanya tidak sama dengan bangsa negroit hidup di pulau kasuari . salahkah berikan laporan dari tahun 1950-an hingga kini yang hasinya dimasukan dalam tong sampah ataukah dibakar menjadi abu namun semua harapan itu diyakin akan datangkan hasil yang amat bijak . &lt;br /&gt;Deringan  untuk bersatu bahwa kami ini hitam, keriting dan hidup dalam satu rumpun pulau kasuari mengalami sejarah pahit dimana pernah dibantai, ditembak, diterror dan sedang akan dimusnah tapi masih saja tetap belum menimbulkan rasa persatuan, agenda perjuangan jadi jualan untuk dapatkan jabatan, uang, dan kemewahan hidup. Negara ini  hendak menciptakan iklim oportunis dalam setiap jiwa orang papua hingga tiada saling mengenal idelogi perjuangan untuk pembebasan . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt; Berjuang Papua merdeka untuk indonesia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang Papua selalu menyatakan dirinya pejuang sebagai gelar kuno bahwa bicara perjuangan papua merdeka seakan dapat diselesaikan dengan seorang, Sepihak, dan sekepentingan;  pikiran-pikiran biadab yang masih menusuk dalam hati orang papua . &lt;br /&gt;Sistematika perjuangan dalam sayap-sayap militer masih kacau balau-balai, tidak ada pelatihan militer yang profesional dalam maupun luar negri dimana para diplomat mati suri tidak mengadakan kerja sama guna wujudkan agenda itu; Diplomatpun hidup diluar dengan mempertahankan egonya bahwa seorang perjuangan rakyat papua tapi masih diam-diam saja; &lt;br /&gt;Sistematika gerakan rakyat untuk perjuangan papua merdeka tidak ada menyebakan gerakan rakyat dalam negri itu hanya sebuah gerakan evoria yang timbul-tengelam makanya negara ini masih menilai gerak papua merdeka itu tidak perlu ditakuti karena itu gerakan hura-hura dalam tempurun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan papua merdeka dalam negri tidak pernah melibatkan bangsa lain datang dan memantau pergerakan ini agar dikabarkan menjadi satu media internasional sehingga terciptanaya satu pemahaman baik unutk  dunia internasional dalam rangka memberikan respon terhadap gerakan dilakukan. &lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Berjuang Papua merdeka untuk indonesia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Semua orang Papua selalu menyatakan dirinya pejuang sebagai gelar kuno bahwa bicara perjuangan papua merdeka seakan dapat diselesaikan dengan seorang, Sepihak, dan sekepentingan;  pikiran-pikiran biadab yang masih menusuk dalam hati orang papua . &lt;br /&gt;Sistematika perjuangan dalam sayap-sayap militer masih kacau balau-balai, tidak ada pelatihan militer yang profesional dalam maupun luar negri dimana para diplomat mati suri tidak mengadakan kerja sama guna wujudkan agenda itu; Diplomatpun hidup diluar dengan mempertahankan egonya bahwa seorang perjuangan rakyat papua tapi masih diam-diam saja; &lt;br /&gt;Sistematika gerakan rakyat untuk perjuangan papua merdeka tidak ada menyebakan gerakan rakyat dalam negri itu hanya sebuah gerakan evoria yang timbul-tengelam makanya negara ini masih menilai gerak papua merdeka itu tidak perlu ditakuti karena itu gerakan hura-hura dalam tempurun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan papua merdeka dalam negri tidak pernah melibatkan bangsa lain datang dan memantau pergerakan ini agar dikabarkan menjadi satu media internasional sehingga terciptanaya satu pemahaman baik unutk  dunia internasional dalam rangka memberikan respon terhadap gerakan dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubes Atau Kogres Itu Hanya Evoria Sepihak &lt;br /&gt;Dalam musyarawarah besar (MUBES) diselenggarakan Majelis Rakyat Papua (MRP) bersama rakyat papua memutuskan agenda penting  adalah menuntut untuk kembalikan Otonomi Khusus  alasan kecilnya Karena OTSUS gagal dan Rakyat Papua menuntut referendum dan pengakuan kedaulatan . &lt;br /&gt;Aspirasi itu diteruskan dan terus menajdi hangatan pikiran untuk digodok dalam Dewan Perawakilan Rakyat Papua (DPRP)  masih mengalami kontra-versi . hemat saya, Rakyat Papua jangan bermimpi untuk korbankan diri dalam aksi-aksi yang dilakukan sebelum sadarkan diri untuk bersatu dalam agenda juga kelompok perjuangan masih terkesan liar-liar memburu peluangn untuk dapatkan posisi. &lt;br /&gt;Dalam pelaksaan paripurna kemungkinan akan ditunda ataukah sekalipun  sidang tetap dilaksanakan hasilnya mungkin sama bahwa akan disuruh oleh negara “Jakarta” agar orang papua pulang dengna tangan kosong jika kondisi itu terlaksanakan; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksinya, apakah gerakan selanjutnya jika aspirasi ditolak oleh pemerintah indonesia ?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan &lt;br /&gt;Hasil MUBES dan paripurna jangan jadi aspirasi sampah dikalangan elite-elite politik papua dan Papua merdeka rakyat butuhkan aplikasi dan aksi nyata bukan janji.  orang Indonesia akan mengabulkan aspirasi yang sifatnya menciptakan  kaum oportunis di Papua menjadi antek-antek dari negara ini . &lt;br /&gt;Rakyat menginginkan adanya hasil yang menjadi rekomendsi untuk dijadikan agenda kerja sama tiap daerah, faksi &amp; organ perjuangan, dan elemen-elemen gerakan pemuda untuk wujudkan suhu atau iklim perjuangan seperti sediakala Alm. Theys Aluai ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bekerja untuk papua tanpa berpikir kepentingan namun berpihak untuk kebersamaan dan keselamatan bangsa unutk generasi baru .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4251516229963642364-2951183380964253391?l=meelanesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/2951183380964253391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/07/orang-papua-mati-merdeka-kan-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/2951183380964253391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/2951183380964253391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/07/orang-papua-mati-merdeka-kan-indonesia.html' title='ORANG PAPUA MATI MERDEKA kan INDONESIA'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364.post-544285615766473658</id><published>2010-06-18T07:42:00.000-07:00</published><updated>2010-06-18T07:42:14.680-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='POLITIK DAN DIPLOMASI'/><title type='text'>GAGAL  GALAKAN    PERDASI DAN PERDASUS</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;br /&gt;GAGAL  GALAKAN  &lt;br /&gt;PERDASI DAN PERDASUS &lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;Natan Tebai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang Papua merasa dimerdekakan ketika menerima amanat Otonomi Khusus (OTSUS) dibawa pemerintahan B. J . Habibie yang dikemas Dalam UU No. 21 Tahun 2001. Dalam UU tersebut dicantumkan  pada pasal ke 20 berbunyi panjang lebar mengenai tugas dan tanggung jawab yang MRP embani sebagai lembaga representasi kultural orang asli Papua. Pada waktu lalu,  yakni tahun 2004 melalui Keputusan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2004, tertanggal, 23 Desember 2004. Secara garis besar Tugas utama MRP dibentuk sesuai dengan amanat UU No 21 Tahun 2001 adalah dalam rangka perlindungan hak-hak orang asli Papua dengan berlandaskan pada penghormatan terhadap adat dan budaya, pemberdayaan perempuan, dan pemantapan kerukunan hidup beragama (pasal 1 butir ke-6). Patut diyakini bahwa benar MRP hadir di tanah Papua lambat  3 tahun didahului oleh- oleh OTSUS. Bukan hanya MRP ,DPR, dan Gubernur diharapakan menyusung dan menetapkan PERDASI dan PERDASUS  rakyat papua masih menatikan bukti kongrit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja dan peran dari MRP, DPR dan pemerintah  sangat di dambakan oleh semua pihak terlebih khusus orang asli Papua sendiri. Dimana dengan hadirnya MRP di harapakan dapat mengangkat segala ketertingagalan segala martabat dan derajat orang Papua yang selama ini di kuburkan  oleh pemerintah  artinya keputusan yang dilakukan haruslah berdasarkan keputusan pemerintah pusat katanya  otonomi khusus tapi ?  keberadaan Majelis Rakyat Papua (MRP) sampai kini belum gigih menunjukan peran dalam kehidupan masyarakat papua padahal satu aspek penting yang selalu dimpikan dari  roh dari otonomi khusus (OTSUS) adalah menegakan PERDASI dan PERDASUS bagi masyarakat Papua itupun tidak ada, kapan ?  kini MRP berusia 5 tahun namun sampai detik ini kurang eksis menetapkan keputusan yang sangat singnifikan demi proteksi nilai-nilai adat, perberdayaan perempuan, dan pemantapan kerukunan umat beragama. Mengherankan malah menimbulkan banyak diktonomi sosial dimana terjadi pemekaran kabupaten dan provinsi disembarang tempat terjadi papua dulunya utuh kini terpecah agamanya, daerah, suku, pemberdayan perempuan tidak nampak sungguh menyenangkan ataukah menyedihkan  karena kisah ini masih terurai diatas tanah papua dibayang-bayangi dalam Era OTSUS dalamnya  MRP  dan Pemerintah ataukah kelompok lain.  &lt;span id="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Pemahaman masyarakat Papua tentang MRP dan orang papua yang ada  sebagai  pemimpin Birokrasi bukan lagi dipandang pemimpin yang beradab dan ada dalam  honai adat seperti yang disebut oleh Pastor Neles Tebai dalam buku “ MRP kitong Pu Honai “ Pemahaman rakyat papua terhadap MPR  dan pejabat pemerintah adalah bukan sebuah lembaga atau orang-orang yang mengangkat harkat, derajat dan martabat orang asli Papua, melainkan sebuah lembaga dan orang yang akan berada dan merugikan orang asli Papua karena kurang mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada jalan lain yang MRP dan DPR tidak terlepas juga pemerintah bisa lalui, selain membela dan memberdayakan orang  Papua semisal Ketika rakyat mengadakan aksi di menyatakan pendapat dimuka umum selalu pihak terkait seperti penegak  hukum selalu kaitkan dengan pasal Makar, dan Separatis. hal ini  membunuh psikologi pergerakan rakyat dalam mengajukan protes terhadap kebijakan pemerintah yang keliru atau buta tidak sesuai dengan tuntutan rakyat papua maka mesti MRP, DPR dan Pemerintah  harus menunjukan kualitas dan kinerja mereka dengan berbagai langkah dan tindakan yang bisa di jadikan ukuran untuk rakyat menilai. Menjadi wakil rakyat yang duduk di MRP,DPR, dan  Pemerintah di papua bukanlah pekerjaan muda, tetapi ini sebuah pekerjaan yang sangat berat, karena bertentangan dengan mereka yang punya kepentingan dari segalanya yang ada di bumi Papua bukanlah sebuah alasan singnifikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota MRP, DPR, dan Pejabat Pemerintah di pilih oleh rakyat  untuk memperhatiakan penderitaan rakyat atau akar rumput (Grass Root) namun ketika mendapatkan jabatan binggung, bisu, dan takut untuk meneggakan nilai-nilai adat sangat lucu karena anggota MRP dan  DPR sama seperti pemerintah yang mementingkan   jabatan, uang dan bermental proyek. Perlu dingat  MRP DPR ada untuk selamatkan rakyat papua tidak sama seperti pemerintah.   &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Proteksi, Sahkan  Perdasi dan Perdasus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti irama pembangunan dalam aspek perekonomian dan politik di tanah papua  penuh dengan kemurkaan dan kepentingan kelompok tertentu diharapkan MRP dan DPR netral dan proteksi rakyat papua dari ancaman-ancaman pihak tertentu seperti penembakan,  penyerangan, pembakaran dimana beberapa waktu zilam terjadi   jangan sampai semua hal tersebut berdampak pada masyarakt akar rumput ( Grass Root)   hidup dalam ketakutan, ketidak adilan, penindasan, kewatiran, kebimbangan dan lainya diatas tanahnya sendiri kini hidup damai bagi orang papua adalah kesengsaraan, benarkah ?   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Provinsi Papua, kabupaten/walikota, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan Majelis Rakyat Papua (MRP) mesti mensikronisasikan tugas dan fungsi artinya membuat aturan yang sifatnya memproteksi kehidupann masyarakat pribumi.  OTSUS bagai rakyat papua mengandung tiga kata kunci melindungi, keberpihakan, dan memberikan peluang bagai masyarakat pribumi  namun kini baru bidang Kesehatan dan Pendidikan  telah di sahkan namun belum digalakan secara optimal padahal MRP akan berakhir dalam waktu kedepan (baca, fajar timur edisi IV) rakyat papua dalam kesempatan lain pula telah letih meneriakan MRP harus dibubarkan karena OTSUS dan pemilu telah gagal  total, semua hal terjadi akibat gagalnya keberpihak terhadap masyarkat akar rumput  maka untuk Proteksi rakyat papua  segera  sahkan PERDASI dan PERDASUS yang masih di sembunyikan karena rakyat papua butuh,  semoga digalakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4251516229963642364-544285615766473658?l=meelanesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/544285615766473658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/06/gagal-galakan-perdasi-dan-perdasus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/544285615766473658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/544285615766473658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/06/gagal-galakan-perdasi-dan-perdasus.html' title='GAGAL  GALAKAN    PERDASI DAN PERDASUS'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364.post-177996044316302641</id><published>2010-05-16T20:53:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T20:53:46.762-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SOSPOL'/><title type='text'>KAMI MENUNTUT HARGA DIRI KAMI BUKAN DISKRIMINASI</title><content type='html'>KEPUTUSAN MAJELIS RAKYAT PAPUA&lt;br /&gt;NOMOR : 14/MRP/2009 TENTANG PENETAPAN ORANG ASLI PAPUA&lt;br /&gt;SEBAGAI SYARAT KHUSUS DALAM PENENTUAN BAKAL CALON&lt;br /&gt;BUPATI/WAKIL BUPATI DAN WALIKOTA/WAKIL WALIKOTA&lt;br /&gt;DI TANAH PAPUA DITOLAK JAKARTA&lt;br /&gt;OLEH&lt;br /&gt;Benyamin Ngurik&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apa yang diperjuangkan dengan susah payah oleh Majelis Rakyat Papua (MRP) dan didukung oleh Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dan seluruh rakyat asli Papua yakni penegakan harkat dan martabat orang asli papua diatas tanah leluhurnya kembali ditolak oleh pemerintah Republik Indonesia melalui MENTERI DALAM NEGERI&lt;br /&gt;Sebuah harapan untuk menjadi Tuan di negeri sendiri kini kembali sirna. Dengan kekuasaannya, Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia menolak dan justru berbalik mendesak MRP mencabut SK ini. Jakarta menunjukan diri bukannya sebagai pemerintah yang konsisten dengan UU dan mau membangun dan memajukan Orang Papua namun sebagai penjajah yang menindas serta merampok dan mengeropos semua hak-hak rakyat Papua dan memberikanya kepada kaum pendatang yang ke Papua untuk mencari makan.&lt;br /&gt;Dengan tegas dan jelas, Pemerintah Indonesia Pemerintah Indonesia tidak memiliki kemauan politik untuk mendukung orang Papua untuk maju sebagai pemimpin di negerinya sendiri dengan dalih Keputusan MRP yang mengisyaratkan kepala daerah di Papua harus orang asli Papua, "sangat bertentangan dengan prinsip hidup bernegara karena sangat diskriminatif. selain itu, menurut Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otda), MRP hanya bisa memberikan pertimbangan terhadap pemiliham bupati dan walikota tidak lebih dari itu!&lt;br /&gt;sementara itu, seolah seirama dalam tindakan menindas orang Papua, Gubernur Papua Barnabas Suebu atau lebih dikenal dengan nama “kaka Bas yang notabene dipilih dan diangkat oleh rakyat Papua diam seribu satu bahasa. Ia menolak mendukung perjuangan rakyat Papua melalui melalui lembaga MRP maupun DPRP. Yang lebih biadap, kejam dan sangat keji ketika seorang tokoh Cendekiawan Muslim yang juga direktur Demokratik Center Universitas Cenderawasih Papua Musaad “sang Pengagas dan perumus Otsus Papua sepakat dengan Jakarta dan berkata; keputusan MRP tersebut sangat kontradiktif dan tidak beralasan sehingga tidak mempunyai dasar hukum yang jelas.&lt;br /&gt;Pertanyaan muncul sekarang, Mengapa…..? Mengapa bukan saja Jakarta yang kejam terhadap orang Papua namun pemimpin Papua (Barnabas Suebu) dan Uncen melalui direktur Lembaga Studi Demokratik Center ikut menghancurkan mimpi-mimpi indah rakyat Papua untuk menjadi tuan di negeri sendiri? Mengapa kk Bas dan Mas Musaad tidak mendukung orang Papua untuk maju dan sejahterah? Dan kalau begitu untuk apa Uncen berdiri dan atau Barnabas suebu maju dan dipilih mejadi Gubernur? Untuk membangun orang Papua ataukah mereka ini dipasang oleh Jakarta untuk menghancurkan orang Papua?&lt;br /&gt;Mengapa Pemerintah Provinsi ikut mendukung Jakarta? Mengapa lembaga Studi Demokratik Center yang di pimpin oleh Musaad ikut mencambuk orang Papua? Tidak adakah alternative lain yang dapat diambil dalam rangka penyelamatan, penghargaan, penghormatan dan pengakuan terhadap eksistensi orang Papua diatas tanah leluhurnya sendiri????&lt;br /&gt;Suatu pukulan yang teramat sangat menyakitkan. Ya, sangat menyakitkan! Kejahatan pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi serta Universitas cenderawasih (pusat studi demokratik center) adalah sebuah kebiadapan yang tidak dapat dibenarkan dengan dalih apapun dan telah melukai hati rakyat Papua yang sedang berharap cemas lahirnya sebuah tindakan keberpihakan pemerintah Indonesia terhadap orang asli Papua melalui penerbitan PP atau Perdasus guna mengakomodir SK MRP ini.&lt;br /&gt;Berangkat dari ketidak berpihakan kedua tokoh Papua yang nota bene sehari-hari bekerja di Papua dan Pemerintah Republik Indonesia maka saatnya rakyat Papua "BERSATU &amp; BANGKIT MELAWAN" system yang diskriminatif ini. Ini momentumnya dan saat dimana semua kelompok masyarakat, baik pemuda, pelajar, mahasiswa, petani, nelayan, pengusaha, PNS, TNI/Polri tokoh adat, agama, perempuan, gereja serta hamba-hamba Tuhan harus Bangkit memperjuangkan harga diri dan martabanya sendiri.&lt;br /&gt;pemerintah NKRI dan Pemerintah Provinsi Papua hanya mampu memperdaya orang Papua dan mengeruk banyak keuntungan dari penderitaan Orang Papua. dan untuk itu, demi penegakan martabat dan harga diri orang asli Papua maka orang Papua sendirilah yang harus bangkit memperjuangkannya.&lt;br /&gt;selama ini, fakta menunjukan bahwa orang asli Papua tak pernah diberikan kesempatan untuk menjadi pelayan toko, PNS, TNI, POLRI, Pengusaha apalagi bupati/wakil bupati atau walikota/wakil walikota di daerah lain diluar tanah Papua dan untuk itu tidak bisa dibenarkan orang luar datang menguasai Papua dan memimpin Papua seenaknya tanpa menghargai warga pribumi papua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4251516229963642364-177996044316302641?l=meelanesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/177996044316302641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/05/kami-menuntut-harga-diri-kami-bukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/177996044316302641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/177996044316302641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/05/kami-menuntut-harga-diri-kami-bukan.html' title='KAMI MENUNTUT HARGA DIRI KAMI BUKAN DISKRIMINASI'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364.post-7273617687609830817</id><published>2010-01-31T05:26:00.000-08:00</published><updated>2010-01-31T05:26:36.807-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SOSPOL'/><title type='text'>KONTRAVESI MAKNA  ISTILAH JAYAPURA MESTI NUMBAY</title><content type='html'>&lt;i&gt;Dalam benak sebuah suku-bangsa pribumi, menurut George Orwell (1984) mengungkapkan bahwa “ siapa yang mengusai masa lalu maka akan menguasai masa depan dan siapa yang menguasai masa kini akan mengguasai masa lalu “&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; . &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Merupakan sebuah renungan panjang jika disingkronisasikan dengan istilah tempat didiami oleh suku-bangsa tertentu direkonstruksi tanpa memandang eksistensinya sebagai suku-bangsa memiliki jati diri. Padahal, seuku-bangsa tertentu Untuk membedakan diri dengan orang lain maka berbagai tempat diberikan nama sesuai pengalaman hidup yang telah dilalui masa lalu .  Pemberiaan nama dalam satu wilayah bukanlah patut di politisir namun dimaknai. Ketidak adilan dilakukan oleh perintah rezim suharto juga reformasi ini nampak empirik dalam segi memberikan nama dalam suatu wilayah. terbukti pemberian nama tidak dipahami datau dimengerti oleh suatu suku-bangsa padahal pembagunan hendak dilaukan unutk suku-bangs a tersebut hal ini dapat diasumsikan bahwa sangat membunuh jati diri dari suku-bangsa sekitar sehingga hilanganya arah hidup; artinya, sejarah terjadinya tempat dilupakan guna mengkelabui sebuah fakta sejarah padahal sejarah merupakan tolak ukur masa depan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Arti sebuah nama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Suku-bangsa yang mendiami satu wilayah dapat diletimasi bila ada tanda sebagai pemilik materi maupun non materi diwujudkan dalam  sebuah nama. Nama yang diberikan dari suku bahasa setempat. Nama yang diberikan dilandasi dengan  cerita, mitos ataupun legenda amat membantunya untuk mengakui eksistensinya diri sebagai pemilik sejarah, tanah, laut, juga tumbuhan dan lainya. penaman yang dimaksudkan oleh leluhur agar tidak terjadi kontraversi atas hak ulayat atau kepemilikan. Nilai dari sebuah nama  adalah arti  intergasi memperkokoh kolektifitas  dari  sesuku-bangsa asli lain juga bahwa arti dari nama sebagai jati diri dimana harkat dan martabat sebagai manusia yang berbudaya dilakkan agar diletimasi oleh suku-bangsa lain.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti sebuah nama patut di maknai bukan berdsarakan pandanga etik dari pengusa sbgai kaum mayor namun haru tunduk dan telusuri dari suku-bangsa setempat bebrapa waktu lalau (cepos ) gencar ada namanya Numbay. Semua orang pendatang heran dan bertanya apa arti nama numbay ?   merupakan sebuah yang yang memiliki cerita yang memiliki esensi jati diri maka diberika nama sebagai lambing kepemilikiakan. Sudah hamper satu abad sku-bangsa asli di numbay di terlantarkan dengan arti sebuah nama   Sebelum perang dunia II, saat Belanda mendarat di bumi Papua, Jayapura diberi nama "Hollandia", yang berarti daerah berbukitbukit dan berteluk. Saat itu daerah ini ditunjuk sebagai ibu kota "Dutch New Guinea". Setelah definitif kembali ke Indonesia pada 1 Mei 1963, sejak saat itu nama "Hollandia" menjadi "Kota Baru" (1963-1969), lalu "Sukarnopura" (1969-1975), dan akhirnya "Jayapura". pemerintah Indonesia dan belanda seakan di butakan oleh otak penguasaan wilayah karena zona ekologi yang amat strategis dimana berada diantara dua wilyaha dan  di Jayapura yang terletak di bibir Teluk Yos Sudarso dan Teluk Yotefa akan disuguhkan pemandangan indah panorama alam yang berbukit-bukit serta hamparan lautan Pasifik berair biru jernih. Kekayaan alam yang demikian indah itu menawarkan obyek wisata menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kenangan I abad&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penamaan tersebut  sebenarnya sebagai satu kelalaian dimana menimbulkan maksa persnofikasi bahwa sangat otoriter dimana tidak adanya pengakuan dan penghargaan terhadap suku bangsa sekitar yang notabenenya adalah manusia yang berbudaya memiliki tanah, laut, juga lainya sebagai tuan rumah fakta seakan menjawab lain nama kota ini “jayapura “ sekarang berulang kali ganti nama seprti pada awalnya port numbay, holandia lalu  sukarno-pura,kota baru,dan  jayapura.  &lt;br /&gt;Hal ini pemerintah amat membelenggu suku-bangsa asli secara psikoligis bahwa pemerintah berasumsikan agar hidupkan suku-bangsa di ambang pemusna dimana terlihat system marginalisasi yang amat  berantai dirasakan dimana hutan sagu di dihancurkan guna membagun ruko, pasar, rumah dinas, kantor pemerintahan, dan lain suku-bangsa asli tersingkir entah dimana mereka sekarang yang terlihat hanyalah kenangan dulu masa depan generasi seakan para  saudagar-saudagar pun tidak memandang harkat dan martabat suku-bangsa hanya mementingkan kekayaan dibanding nilai manusia notabenya suku-bangsa memiliki harga diri. Suku-bangsa  boleh dikatakan harga diri sudah terjual dan dijual maka perlu penyadaran agar pengembalian semua harga diri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; sebagai masyarakat pendatang ingin menghargai jasa para pendahulu yang terutama suku-bangsa sekitar maka mesti diberikan penghargaan  bukanlah segudang uang ataupun barang tapi hanya sebuah nama dari japura menjadi numbay . karean kata numbay memiliki esensi yang amat singnifikan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; dengan diberikan nama Jayapura diganti menjadi numby  akan membangkitkan suku-bangsa untuk bangun temukan jati diri sebagai manusia yang dikaui harkat dan martabatny asebgai sebuah suku-bangsa pemilik daerah ibukota provinsi papua dan nanti temukan jalan dari kegelapan  menuju terang dan  jadi tuan atas negrinya sendiri. &lt;br /&gt;Orang yang mengembalikan nama sebuah jati diri dari sebiah bangsa adalah orang yang memami masa lalu mendatangkan masa depan gemilang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4251516229963642364-7273617687609830817?l=meelanesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/7273617687609830817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/01/kontravesi-makna-istilah-jayapura-mesti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/7273617687609830817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/7273617687609830817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/01/kontravesi-makna-istilah-jayapura-mesti.html' title='KONTRAVESI MAKNA  ISTILAH JAYAPURA MESTI NUMBAY'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364.post-2041234637487812199</id><published>2010-01-24T04:17:00.000-08:00</published><updated>2010-01-24T04:17:43.476-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>BIJAKNYA, DIALOG JAKARTA-PAPUA PANDANGAN BUDAYA DAMAI</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;b&gt;Semua manusia memiliki hak untuk hidup tak seorang pun dapat menentuan kematiannya kecuali ajal ! &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia yang berbudi tentu sadar akan Penciptaan Dan Ciptaan serangkaian kehidupan ini selalu saja diatur juga dinakohai oleh sesuatu yang besar sifatnya transeden yang ditapsirkan dengan  berbagai versi. Ketika sifat trasenden itu makin menjauh maka ada beberapa unsure yang patut direfleksikan dalam wacana kehidupan : Kehidupan ciptaan yang makin melarat  akibat adanya status Mayor (Penguasa) dan Minor (Dikuasai), Miskin dan Kaya.  Penguasa dan dikuasai merupakan dua sisi yang amat sulit diferensiasinya dalam nurani sehingga hendak memiliki kejernihan hati untuk memilih secara bijak.  Kebijakan individu akan memenentukan satu perubahan bila melihat nilai-nilai baik dari penguasa dan dikuasai oleh karena sangat perlu  padangan positif guna menciptakan keseimbangan . &lt;br /&gt;Keseimbangan hidup akan  ada bila Padangan positif bila utamakan nilai-nilai dari bingkai Pencipta. Nilai-nilai penciptaan adalah : Cinta-kasih (compassion), keadialan (Justice), dan kebenaran (truth) akan bermuara pada kebebasan (freedom). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cinta-kasih (compassion), Ketika dalam satu tatanan kehidupan kurang merasakan cinta-kasih dimana saling hormat-menghormati akan harkat dan martabat hidup sebagai mahluk ciptaan pada namun sang  pencipta namun berkisar pada kalangan ciptaan maka patutlah direnungi untuk mendapatkan jalan terbaik guna mempertahan etikat cinta-kasih. Cinta-kasih tidak membunuh, memfitna, mencemohkan orang apalagi perang  dan lain-lain. jika memang ada kekuatan manusia untuk melawan dengan kekuatan merupakan suatu ilham yang dianugrahi. Ilham yang ada akan berdaya apabila dilakukan atau dilandasi dengan etikat cinta kasih; Semisal bila manusia dapat berpikir maka hedaknya berpikir; jika manusia hendak berdialog anda pun mesti berdialog; jika ia menulis dengan andapun melawan dengan menulis. Konsekwensi dari semua adalah suatu kecurigaan,cmburu, &amp; persaingan  namun semua itu sebagai pelengkap guna meraih nilai-nilai cintah kasih. &lt;br /&gt;keadialan (Justice), merupakan satu tatanan dalam hidup manusia dan semua orang dalam bumi ini tentu mengutamakan keadilan; penciptaan keadilan sama hal tidak membeda-bedakan suku, golongan, kelompok, faksi, ataupun organ perjuangan namun digiring dalam posisi mencari solusi atau keseimbangan situasi,kondisi berdsarakan kisaran waktu. &lt;br /&gt;Unsur-unsur persatuan adalah penderitaan, memoria passionis, dan sejarah jika memang sama mengapa beda pandangan  untuk wujudkan cinta kasih dalam tatanan kehidupan masyarakat bawa. &lt;br /&gt;Berdialog, keadilan tentu akan menimbulkan rasa simpatik dari berbagai kalangan oleh karenanya  akan menjerumuskan para pendukung untuk selalu tanamkan tekad untuk membahas guna mencari nilai cinta-kasih demi mendapatkan keadilan dari penderitaan, memoria passionis, dan sejarah . &lt;br /&gt;kebenaran (truth), merupakan satu tatanan yang amat menentukan akan satu masalah-masalah yang sedang diwacana karena segala perbuatan akan dibuktikan dengan perbuatan berdasarakn data, penelitina, lembaga, dan lain-lain  ! jika memang terbukti bahwa benar sedang terjadi satu masalah hilangnya cinta kasih, dan keadilan maka butuh kejujuran  akan kebenaran atau setidaknya masalah yang sedang diperdebatkan.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta-kasih (compassion), keadialan (Justice), dan kebenaran (truth) akan bermuara pada kebebasan (freedom) jika di tegakan dalam rangkaian Dialog antar kelompok, golongan, dan faksi maka janganlah dipolitisir namun harusnya mengutamakan nilai-nilai tersebut agar gerbnong-gerbong penguasa tersisi, kala, juga merasa mengalah sehingga kedewasaan akan harkat dan martabat manusia pun diangkat di bumi ini dan terciptaalah satu nilai kebebasan bagi satu bangsa. &lt;br /&gt;Jika memang kini sedang bercanda ria ( wacana Politik dengan ciptaan) baiknya kita bangsa Papua berpaling arah berpolitik dengan cara Penciptaan. Jika memang penciptaan itu Dialog maka marilah sama-sama saling ormat dan menghormati serta bergandeng tangan guna mendapatkan dan menemukan Cinta-kasih (compassion), keadialan (Justice), dan kebenaran (truth) akan bermuara pada kebebasan (freedom) .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4251516229963642364-2041234637487812199?l=meelanesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/2041234637487812199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/01/bijaknya-dialog-jakarta-papua-pandangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/2041234637487812199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/2041234637487812199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/01/bijaknya-dialog-jakarta-papua-pandangan.html' title='BIJAKNYA, DIALOG JAKARTA-PAPUA PANDANGAN BUDAYA DAMAI'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364.post-8243499480623212539</id><published>2010-01-12T03:31:00.000-08:00</published><updated>2010-01-25T10:05:28.268-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='POLITIK DAN DIPLOMASI'/><title type='text'>Dialog Jadi Wacana Dunia Internasional</title><content type='html'>&lt;i&gt;segala penderitaan yang orang kulit hitam dan rambut keriting alami diatas tanah Papua adalah sebuah skenario kolonialisme guna membunuh atau memusankan Ras Melanesia dan merEbut kekayaanya...untuk mengutuk mimpi buruk itu mari Berdialog&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pembunuhan yang dilakukan oleh Militer Indonensia “Densus 88” terhadap Pemimpin Besar  dan pejuang sejati, Jenderal Umeki Kletus Kulalok Kwalik yang sering dikenal sebagai Kelly Kwalik, Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Papua Barat yang dikenal dengan nama: Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dari OPM bukan akan meredahkan atau menghilangkan perjuangan Papua Merdeka. Penting dicermati dengan bijak  bahwa terbunuhnya beliau tidak akan merendahkan prakasa Dialok damai yang  mana prosesnya telah diambil di Papua dan Indonesia di mediasi pihak ketiga yang memiliki jiwa independesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semua organ perjuangan baik Faksi maupun Pemuda-Mahasiswa hendak bercermin dan merendahkan diri terhadap isu sentral yang sementara ini menjadi peluang emas “Dialog” Papua-Jakarta yang telah berkomitmen harus ada  mediasi pihak ke-tiga (Independensia) sangat rancuh jika ada Organ atau isu tandingan yang dibangun guna membatalkan isu Dialog Jakarta-Papua. Jika ada Dialog tandingan seperti dilaksanakan dari kelompok lain terindikasi ada bekingan kepetingan Negara harus cepat sadar diri karena persolan Papua bukan tergantung pada kepentingan bagaimana memuaskan kebutuhan Pria namun sebaliknya  harus sadar bagaimana menyelamat Bangsa Papua dari cengkraman pemusnaan Etnis seperti yang selalu diserukan oleh Sokrates Yoman, Benny Giay, dan penulis lainya. Kecerdasan orang Papua untuk menangkap isu juga mempermainkan isu bukan lagi ada dalam kepetingan untuk menjaring isu Pemekaran, Proyek, dan isu lain olehkarenya  Pentingnya kesadaran akan isu Dialog harus terus di Dialog  dalam kalangan orang muda yang akan menjadi promotor perjuangan untuk generasi mendatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala Almarhum gugur pada tanggal 16 December 2009 di Timika .Walaupun dia telah pergi, tapi apa yang dia wariskan akan selalu dikenangkan dan tinggal bersama kita setiap saat. Warisan luhurnya harus tuntaskan Dialog damai Jakarta-papua yang dimediasi oleh pihak ke-tiga ndan harus didorong hingga mendapatkan kedaulatan kembali, terinspirasi pula dari  beliau  selalu ingatkan bahwasanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mari kita bersatu dalam tubuh kita sendiri, memberikan dukungan penuh dan mendorong kedepan Persatuan dan Kesatuan didalam semua kelompok organ perjuangan Papua barat baik faksi maupun pemuda; Dialok damai sebagai salah satu alat yang sangat bijak dan alternative sangat terbaik untuk mengakhiri penderitaan rakyat Papua ”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilandasi oleh  jiwa tersebut, harapanya harus mulai didiskusikan dan adakan pertemuan rekonsiliasi baru  pada pemimpin-pemimpin organisasi-organiasi perjuangan bangsa Papua Barat dengan tujuan untuk mempersatukan persepsi yang berbeda dan mendiskusikan strategi-strategi perjuangan dimasa depan menuju Dialok itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi , saya menyakini  bahwa satu Kelly Kwalik sudah ditembak mati oleh musuh bangsa Papua adalah kolonialisme Indonesia”Militer” tetapi ratusan ribu Kelly Kwalik akan bangkit dan bawa aspirasinya. Aspirasi itu tidak pernah mati, melainkan sebaliknya, aspirasi akan tumbuhkan  inspirasi yang  kuat mendorong tercapainya tujuan utama peluang sekarang “Dialog” perjuangan Bangsa Papua Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Corong Revolusi yang selalu di isukan adalah satu taktik yang dapat memberikan sprit bagi kaum Pemuda maupun Organ untuk mencapai Dialog damai menarik dari pengalaman beliau alm. Kelik bahwa Selama 37 tahun perjuangan yang keadilan dan kebenaran tidak pernah ada peluang namun kini gagasan Pastor Neles kebadaby Tebay. Issue Dialog adalah satu anugrah menuju akan adanya Keadilan dan Kebenaran guna mendapatkan kemerdekaan yang sejati bagi rakyat papua barat.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARI PERSIAPKAN DIRI MENUJU DIALOG &lt;br /&gt;MULAI BERDIALOG DENGAN ORGAN DAN FAKSI&lt;br /&gt;KARENA MELALUI DIALOG PERDAMAIAN AKAN ADA; &lt;br /&gt;PERDAMAIAN  SENJATA MENUJU MERDEKA !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMOGA…..!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4251516229963642364-8243499480623212539?l=meelanesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/8243499480623212539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/01/pesan-alm-jenderal-kelly-kwalik-rakyat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/8243499480623212539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/8243499480623212539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2010/01/pesan-alm-jenderal-kelly-kwalik-rakyat.html' title='Dialog Jadi Wacana Dunia Internasional'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364.post-4126355381398663446</id><published>2009-12-30T01:49:00.000-08:00</published><updated>2009-12-30T01:49:50.687-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MILITERISME'/><title type='text'>PAPUA TANAH DOM</title><content type='html'>Berbagai dilemma social yang kini melanda orang asli papua ditanah dan keakayan direbut secara paksa dibawa ancaman militerisme dan pemerintah sedang menjurus pada arah  pembunuhan rakyat secara sistematis. Hal ini disinkronkan dengan  study-study yang dilakukan oleh beberapa lembaga di tanah. Selain kesempatan Guru besar Sydney University Prof Win juga mengatakan orang papua ada dalam ancaman pemusnaan karena aksi-aksi dilakukan sangat biadapa oleh oknum-oknum tertentu; &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa fakta juga membukti bahwa kejadian juga ramalan itu akna terajdi karena bukan hal baru namun seudah sejak dahulu terajdai seperti fakta-fakta yang berhasil diungkapkan  karena kerja sama antara ELSHAM dan pihak gereja (Katholik, GKII dan GKI di Irian Jaya) masih terdapat sejumlah data kasar yang pertu diverifikasi lagi tentang berbagai bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan. Baik dalam peristiwa operasi militer di Manokwari (1965 sampai 1980-an), kasus operasi militer di Wamena (1970-1980-an) ,kasus Paniai (1969), serta berbagai kasus terbaru sepanjang tahun 1999 seperti di Manokwari, Sorong maupun Timika dan Nabire. Pembunuhan, penghilangan orang, pemerkosaan, pembantaian, pengrusakan kebuadayaan, perusakan lingkungan menjadi catatan tersendiri orang Papua ketika hendak berbicara tentang Indonesia. Ada ingatan indifidu dan kolektif tentang sejarah penderitaan yang memilukan. Dan ada di se-antero Papua.&lt;br /&gt;Di Biak, pada penghujung tahun 1998, bersama sejumlah relawan ELSHAM mendatangi beberapa kampung di Biak Barat selama beberapa jam dan kepada kami ditunjukkan sekitar 10 buah kuburan massal berisi antara 3 sampai 10 orang yang setiap kuburannya. Pada waktu itu saya mendapatkan data kasar tentang kurang lebih 2000 kasus pembunuhan, pemerkosaan, penyiksaan, penghilangan serta kasus ibu-ibu yang melahirkan karena perbuatan tentara. Data-data mana masih terus bertambah dan sedang dilakukan proses re-check tentang kebenarannya. Bahkan ketika angin reformasi berhembus, aksi damai rakyat pada bulan 2-6 Juli 1998 direspon dengan mengerahkan kekuatan POLRI dan militer dari darat maupun laut untuk menanganinya sehingga mengakibatkan sejumlah orang terbunuh, hilang, luka-luka parah dan sampai saat ini kami masih mencari kaitan antara operasi militer tanggal 6 Juli 1998 dengan penemuan sejumlah puluhan mayat misterius yang terdampar di Biak. Peristiwa ini dikenang sebagai Tragedi Biak Berdarah, 6. Juli 1998. pelanggaran HAM yang terjadi di dalam wilayah penambangan PT Freeport (1995) di mana terjadi pembunuhan, penghilangan, serta penyiksaan penduduk secara sangat serius. Kasus Freeport terjadi sebagai reaksi militer untuk melindungi Freeport sebagai industri vital. Saya pun terlibat dalam mengungkapkan aksi militer yang dilakukan terhadap masyarakat sipil di kampung Bella, Jilla dan Allama pada tahun 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Intervensi militer Indonesia secara besar-besaran bermula di tahun 1970-an. Kebijakan DOM memporak-porandakan seluruh pranata social yang mendukung kehidupan cultural dan ekonom rakyat. Secara sistematis terjadi pelanggaran HAM sangat berat yang memenuhi syarat untuk di katakan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan (Crime Against Humanity). Ketika menyebut Kejahatan Terhadap Kemanusiaan, maka pengertian yang saya maksud mengacu kepada Statute Mahkamah Internasional di mana Crime Against Humanity didefinisikan sebagai :  ... a ,,widespread or systematic attack aginst any civllian population, with knowledge of the attack". The specific acts listed include murder, extermination, enslavement, and deportation. ... AIso imprisonment, torture, rape, and persecutions on polltical, raciaI, and religious ground. ,,(Lawywers Committee for Human Rights, FREQUENTLY ASKED  QUESTION ABOUT THE INTERNATIONAL COUPT, December 1998, P 3.). Definisi Mahkamah Internasional mengantar kita keluar dari penyempitan pemaknaan kejahatan terhadap kemanusian, seolah kejahatan terhadap kemanusiaan terjadi hanya ketika jiwa manusia terenggut. Sesungguhnya cakupan pengertian kejahatan kemanusiaan melampaui pembunuhan. &lt;br /&gt;Tanah Papua tidak butuh kodam &lt;br /&gt;Kini lebih gencara dalam beberapa media local PANGDAM dengan percaya diri mengomentari kejadian-kejadian di papua karena aksi-aksi okum tidak dikenal semakain naik tinggi maka di butuhkan KODAM. Benar KODAM ? rakyat papua bukan criminal atau pengacau namun rakayt papua sungguh mengahargai nilai-nilai peri kemanusian terbukti dapat menerima setiap orang indoensia darai sabang samapi maluku ada di papau. Sesungguh Jakarta kedua ada di papua namun belum disadari. Ketidka percyaaan rakyat papau pada pemerintah republic indoensia di dsarakan atas tiga probelema yang sangat mendasar, yakni : &lt;br /&gt;Pertama, rakyat Papua menganggap bahwa Act of Free Choice 1969 yang dirubah di Indonesia menjadi Musyawarah Penentuan Pendapat Rakyat sebagai realisasi dari New York Agreement 1962 merupakan bentuk konkrit pengabaian dunia internasional dan pemerintah Indonesia atas hak orang Papua untuk menentukan nasib sendiri. Proses penyusunan New York Agreement sama sekali tidak melibatkan orang Papua. PEPERA dijalankan di bawah proses penuh intimidasi, larangan berkumpul dan berbicara, penghilangan orang, pembunuhan dan berbagai bentuk tindakan militer yang menistai demokrasi. Seluruh aktivitas yang menjauhkan orang Papua dari realisasi haknya untuk menentukan nasib sendiri dalam pandangan orang Papua jelas-jelas  melanggar kententuan Resolusi PBB No. 1 514 dan 1 541 tentang proses dekolonisasi bagi bangsa-bangsa yang dijajah.&lt;br /&gt;Kedua, atas dasar status legal yang diberikan oleh PBB melalui Resolusi No. 2504/XXIV tahun 1969 yang mengesahkan hasil PEPERA maka secara de jure Irian Jaya menjadi wilayah kekuasaan Indonesia. Keberadaan Indonesia di Papua dilalui dengan penetapan Papua menjadi Daerah Operasi Militer (DOM) untuk menunjang kebijakan pembangunan yang bertumpu pada strategy pertumbuhan ekonomi melalui pertambangan, HPH, transmigrasi, pariwisata dan berbagai proyek pembangunan lainnya. Kebijakan pembangunan yang berorientasi pada strategy pertumbuhan ekonomi itu berimplikasi pad aspek social budaya seperti perusakan lingkungan hidup, pengambilan tanah, penebangan hutan, pengrusakan dusun-dusun masyarakat, serta degradasi kebudayaan masyarakat setempat.&lt;br /&gt;Ketiga, gabungan kedua permasalahan di atas menciptakan krisis identitas bagi orang Papua. Krisis identitas nampak dalam aspek kebudayaan, ekonomi, birokrasi pemerintahan, dan sebagainya. Maka muncul tuntutan untuk menghormati kebudayaan, pengembangan kebudayaan Papua Melanesia, Papunisasi birokrasi, penguasaan sumber daya ekonomi, maupun tuntutan agar pemerintah mengakui keberadaan lembaga adat.&lt;br /&gt;Kesalahan sejarah (distorsi historis) yang terjadi melibatkan PBB dalam proses tranfer kewenangan dari Belanda ke Indonesia telah menjustifikasi negara Republik Indonesia untuk melakukan berbagai bentuk pelanggaran HAM berat di Papua Barat. Pemerintahan Indonesia, terutama di bawah kepemimpinan Soeharto menggunakan pendekatan kekuasaan yang sangat represif dan meninggalkan kisah sejarah yang sangat memilukan di seantero tanah Papua.&lt;br /&gt;Akumulasi tiga persoalan besar di atas mendorong rakyat Papua melakukan protes dalam bentuk aksi bersenjata (OPM, sejak pemberotakan Ferry Awom di Manokwari, 28 Juli 1965), aksi penngungsian  (terutama pasca PEPERA 1969 serta ketika terjadi sekitar 10.000 orang Papua mengungsi ke PNG pasca-pembunuhan Arnold Ap 1984), prokalamasi kemerdekaan Papua (versi Markas Victoria, 1 Juli 1971 maupun versi Thom Wanggai, 14 Desember 1988), demonstrasi mahasiswa, dan aksi pengibaran bendera Papua. Situasi bukan membaik. Kengerian makin bertambah ketika akumulasi protes diungkap, pemerintah menjawabnya dengan memberlakukan daerah operasi militer (DOM).&lt;br /&gt;Seringkali, pihak pemerintah Indonesia menyatakan kesalahan masa lalu sebagai akibat salah urus. Di pihak militer, disebut salah prosedur. Namun jika melihat polanya yang berjalan sistematik, terencana dan mencakup hampir seluruh wilayah Papua Barat, maka dapatlah disimpulkan bahwa apa yang berlangsung di Papua Barat bukanlah dampak negatif dari satu proses salah urus. Tetapi nyata-nyata adalah suatu kejahatan terhadap kemanusiaan.&lt;br /&gt;Butuh Dialog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyelesaikan masalah-maslaah HAM  di Papua dari pergolakan atau gegolak MILITERISME mesti bercermin kembali tentang nilai-nilai kemanusiaan. MILITER  juga manusia tentu menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Nilai-nilai kemanusian itu ada dalam DIALOG  Maka kini fokus pandanga orang Papua ada dalam kerangka DIALOG . Pemerintah Jakarta jangan lagi bekerja secara kongkalingkong untuk gerakan MILITER untuk menguasai Papua karena bukan zamannya lagi. kini Pemerintah Indoensia harus sadari  bahwa orang Papua sudah membuka diri untuk mau Berdialog. Jika DIALOG terjadi maka Papua merdeka tidak langsung terjadi kadang mimpi buruk MILITER  jika teriak Papua Merdeka maka Papua akan Merdeka “Mimpi Siang Bolong” mendirikan satu Negara bukan satu hal yang sulit bagi orang papua. MILITER  Indonesia yang miliki pengetahuan sempit maka temui orang terika merdeka langsung di tankap dan lain sebagainya hal yang akan diberkati oleh Tuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4251516229963642364-4126355381398663446?l=meelanesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/4126355381398663446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2009/12/papua-tanah-dom.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/4126355381398663446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/4126355381398663446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2009/12/papua-tanah-dom.html' title='PAPUA TANAH DOM'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364.post-5223537412348140081</id><published>2009-12-26T05:08:00.001-08:00</published><updated>2009-12-26T05:13:43.644-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='POLITIK DAN DIPLOMASI'/><title type='text'>MILITER TEMBAK KELIK KWALIK  TEWAS  AKAN ADA SERIBU KELIK KWALIK</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seorang ciptaan Tuhan “ Jendral Kelik Kwalik ”  dalam kondisi fisiknya menganaskan “ Biji mata kiri telah  hilang, otak kecil diambil atau dicopot, lidahnya di cabut, jantung dicopot &amp; belakang dibela “ .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kelik kwalik dicelehkan nama dan perjuanganya oleh Pemerintah Indonesia karena mengklaim bahwa ia seorang pemberontak atau pengacau keamanan sesungguhnya yang biasa melakukan kekacauan atau gangguan keamanan ditegah masyarakat Papua, siapa ? secara jujur dalam berbagai media menyebutkan bahwa dalang dari kekacauan di Freeport adalah Militer dan militer yang menewaskan beberapa karyawan dan warga Australia  bukan masayarakat sipil.  &lt;br /&gt;Kelik walik adalah pemimpin Bangsa Papua barat dari daerah Amungsa atau Amugme (Kodap III) kurang lebih 25 tahun mempimpin perjuangan “Gerilya”  tanpa mengenal rasa haus dan lapar semua dilakukan hanya untuk membebaskan bangsa Melanesia dari cengkraman maut “Genosida”. Aksi-aksi yang dilakukan oleh kelik kwalik adalah aksi penyelamatan. Kurang lebih 25 tahun alm Kelik Kwalik Melakukan aksi-aksi penyelamatan sangat mengherankan karena seorang yang melakukan aksi-aksi penyelamatan malah di bunuh dengan acara yang sangat tidak manusiawi. Perilaku binatang yang dipraktekkan oleh MILITER “Densus 88” amat memprihatinakan karena masuk menembak alm. Kelik Kwalik  Tanpa memberikan tembakan peringatakan ataukan penangkapan sengaja di lakukan karena takut bangsa atau Negara Indonesia takut para pejuang penyelamatan dibelahan Negara lain turut menyerukan proses penyelamatan beliau dari terali besi.   &lt;br /&gt;Semua orang miliki Jiwa kepemimpinan  untuk mewujudkan hidup adil, sejahtera dan benar adalah visi. Visi tersebut dapat terwujud dengan baik dan benar jika ada kepemimpinan. Bangsa Papua tidak mendapatkan keadilan, kesejahatraan, kekayaan alam di rampas, bahwakan dihancurkan oleh Bangsa Indonesia maupun  bangsa barat seperti hal terjadi di Freeport dan kasus lainya. Untuk menuntut dan membebaskan rasa cengkraman itu maka lahirlah pemipim-pemipin papua seperti Kelik Kwalik, Tadeuys Yogi, dan Goliat Tabuni serta Moses Werror dan pempim lainya. Mereka adalah pemipim sejati yang terus melawan prakte-praktek kebiadaban moral di lakukan ole Negara kanobal ini “indonesia”.   &lt;br /&gt;Ketika mengajar di daerah pegunungan kala itu  masih merasakan hak-hak atas hidup di rampas oleh MILITER dimana  kehidupan masyarakat dibatai habis-habisan dengan membakar rumah, menembak masyarakt sipil, menyiksa dengan cara yang tidak manusiawi tepat 1960-an  (baca buku cahaya bintang kejora,) semua peristiwa ini mendatang niat perlawanan dari masyarakat sipil Papua Barat karena maka dilahirkan satu oraganisasi Perjuangan Papua Barat (OPM) maka pergerakan kelik walik bangsa kanibal “Negara terroris” dindonesia negklaim bahwa kelik walik itu OPM. Ungkapan itu disambut resmi oleh bangsa papua barat dan kalik kwalik sudah ada di tataran Jendral. &lt;br /&gt;Semua orang Papua mengetahui bahwa alm. Kelik Kwalik adalah Jendral pertama yang dibunuh oleh Negara tetangga  (Indonesia)  jangan dulu berbangga dengan perbuatan biadaap yang telah dilakukan karena akan ada seribu kelik kwalik di bumi Papua ini mungkin ini mimpi tapi akan jadi nyata dengan melihat proses perjuangan dan fenomena yang selama ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4251516229963642364-5223537412348140081?l=meelanesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/5223537412348140081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2009/12/militer-tembak-kelik-kwalik-tewas-akan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/5223537412348140081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/5223537412348140081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2009/12/militer-tembak-kelik-kwalik-tewas-akan.html' title='MILITER TEMBAK KELIK KWALIK  TEWAS  AKAN ADA SERIBU KELIK KWALIK'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364.post-8148176070604440980</id><published>2009-11-29T07:41:00.000-08:00</published><updated>2009-11-29T07:41:12.380-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='POLITIK DAN DIPLOMASI'/><title type='text'>1 DESEMBER  HARUS KIBARKAN BINTANG KEJORA</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 DESEMBER  HARUS KIBARKAN BINTANG KEJORA&lt;br /&gt;Orang yang akan kibarkan Bendera Bintang Kejora adalah orang yang menghormati Sejarah, menghargai jasat para Pahlawan dan Memberkati Generasinya Serta Generasinya Diberkati&lt;br /&gt;Oleh &lt;br /&gt;Natan Tebai&lt;br /&gt; Dalam nurani Bangsa Papua Barat, 1 Desember 1969 telah dideklarasikan kemerdekaan Papua Barat atas dasar  sesungguh kemerdekan ialah hak segal bangsa maka Bangsa Papua pun mengakui bahwa kami (Bangsa Papua) adalah bangsa yang Merdeka dan berdaulat tak seorangpun dapat mengkelabui sekalipun Indonesia. &lt;br /&gt; kedaulatan negara Bangsa Papua Barat telah terbukti adanya Kekayan Alam, Bangsa Papua dan ibukota Negara di Port Numbay.  Di Port Numbay pula telah ditetapkan dalam kogress kebangsaan juga bahwa a. Nama Negara adalah West Papua (Papua Barat ) b. Lagu Kebangsaan adalah Hai Tanah Ku Papua, c. Lambang Negara adalah Mambruk. Yang paling penting dalam kedaulatan negara itu telah ditentukan juga d. Bendera Negara Papua Barat adalah Bendera Bintang Kejora. Organ Perjuangan Kemerdekaan adalah Organisasi Papua Barat (OPM), dilengkapi juga dengan Tentara Pertahanan Nasional Papua Barat (TPN.PB.). berlandaskan hukum adat tertera identik dengan niali-niali alkitabiah.  &lt;br /&gt; Saudara, Jika Papua sudah siap dengan perangkat diatas jika demikian apakah papua bukan negara ? jangan sampai keliru dalam menanggapi lebih bodoknya Indonesia yang selalu menanamkan indonesiasime itu dalam benak setiap anak dan generasi muda Papua Barat untuk tidak percaya pada hal diatas jika demikian kita ikut bodok sama dengan Indonesia itu. Indonesia itu negara yang biadap ? jangan sampai salah dalam menapsir tetang kemederkaan sebab kita (Bangsa Papua) sudah Merdeka dan Berdaulat masalanya indonesia malu tidak mau mengakui kemederkaan Papua Barat.&lt;br /&gt; Bintang kejora yang menjadi dalang dari proses persoalan bangsa Papua Barat dari 1969 hingga generasi muda sekarang. Persoalan Bintang Kejora itu rupanya menjadi persoalan Ideology Bangsa sejak Indonesia rebut Papua dengan paksaan ( membunuh, membantai, dan Menyiksa rakyat kala itu 199-an ) sangat menimbulkan nilai kotraversial dimana bangsa Indonesia menyatakan bahwa Indonesia harga mati dan papua harga mati akhirnya sampai detik ini masih tersimpang ampas-ampas penyiksaan pada generasi muda sekarang terancam musna ( lihat, Dialog Jakarta Papua, Neles Tebai ). &lt;br /&gt; Sudah menjadi tradisi yang amat radikal dimana Bangsa Papua tetap menyatakan sikap bahwa “ Papua sudah Merdeka dan Bintang Kejora lambang negara, 1 Desember adalah hari kemerdekaan setiap orang atau Bangsa Papua harus merayakan dengan berbagai cara satu cara kibarkan Bendera di setiap wilayah Papua Barat “ &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hanya karena Bintang Kejora itu saja ketika berkibar Bangsa Indonesia terutama bangsa Militerisme akan buka mata besar-besar dan mengklaim bahwa itu adalah perilaku Makar dan pelakunay maka diStigmai Sepratis.  Stigma, sepratis dan makar itu pasal kuno yang masih di gunakan oleh bangsa Indonesia boleh dikatakn menurut tapsiran budaya bahwa Indonesia adalah negara primitive. Alasan mendasar adalah karena masih menjunjung tinggi pasal purba-kala. Amat lucu juga karena pasal  maka itu asal dari bangsa penjajahan belanda kala dulu. Sebenarnya Makar atau Separtis itu Indonesia bukan orang karena Indonesi datang ke papua untuk merebut atau menghancurkan negara Papua Barat. Bangsa papua sekarang sedang hidup dalam atas masa penjajahan harus mengakui bahwa indoensia negara komunis atau terrorisme . sangat tidak punya nilai kesadaran dimana tidak mengakui nilai-nilai hak asasi manusia (HAM) pada Bangsa Papua Barat.  &lt;br /&gt; Disamping itu, Majelis Rakyat Papua (MRP) juga mengakui Bendera Bitang kejora sebagai lambang identitas Bangsa Papua yang masih hidup dalam fraim cultural (kerangka budaya) dimana makna dari Bintang kejora menyatakan bahwa barisa tujuh adalah gambaran dari nilai-nilai tujuh budaya  bangsa Papua Barat.  &lt;br /&gt; aktivis muda danmahasiswa Papua Barat yang telah ditangkap masuk dalam buy seperti Buctar Tabuni, Seby Sambon, dan Viktor Yeimo dikarenakan hanya karena pasal Makar atau Separatis itu.  Pasal itu sebagai satu media propaganda Indonesia untuk gerakan nilai-nilai Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua Barat. Sebenarnya negara harus beriak piagam bagi aktivis muda Papua Barat karena telah mampu menumbuhkan nilai-nilai demokrasi di tengah gelap dan redupnya nilai demokrasi yang di perkosa oleh organisasi-organisasi pemuda yang masih berpihak pada Indonesia seperti Komite Nasional Pemuda Indonesi (KNPI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), terlepas dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republic Indonesia (PMKRI). Kadang orang bilang nilai-nilai demokrasi itu adalah  Organ-organ itu memerkosa nilai-niali demokrasi malah masih ditinggalkan dan tidak dijerat dalam hukum, orang yang memperjuangkan nilai-nilai kebernaran itu di penjarakan. orang yang akan kibarkan bendera bintang kejora adalah orang yang menghormati sejarah, menghargai jasat para pahlawan dan memberkati generasinya.  &lt;br /&gt;Saya bermimpi negara indonesia akan hancur karena moral bangsanya yang amat biadap.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4251516229963642364-8148176070604440980?l=meelanesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/8148176070604440980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2009/11/1-desember-harus-kibarkan-bintang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/8148176070604440980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/8148176070604440980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2009/11/1-desember-harus-kibarkan-bintang.html' title='1 DESEMBER  HARUS KIBARKAN BINTANG KEJORA'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364.post-8436721194179724534</id><published>2009-11-25T04:31:00.000-08:00</published><updated>2009-11-25T04:31:53.418-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='POLITIK DAN DIPLOMASI'/><title type='text'>PAPUA SUDAH MERDEKA “ PEPERA CACAT HUKUM”</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Undang-Undang 1945 menyatakan “ Bahwa sesungguhnya kemerdekaan ialah hak segala bangsa oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusian dan peri keadilan “ ungkapan ini sebuah slogan yang di buat agar dikenang oleh Negara kesatuan indonesia serikat (NKRS)  Maka Bangsa Papua pun sudah menyatakan kemerdekaannya pada 1 Desembe 1969 Sebagai hari kemerdekaan, Bintang Kejora sebagai Bendera Negara, dan Hai Tanah Ku Papua sebagai lagu kebangsaan  rakyat papua barat dan Burung Mambruk sebagai lambang Negara serta undang-undang Papua barat sebagai lambang negara, kini ada .  &lt;br /&gt;1 Juli 1969 sebagai hasil Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) diikuti oleh  Ketika itu 1.025 orang terdiri dari kepala-kepala kampong seantero Papua bukan seluruh rakyat Papua. Dalam proses perjalanan PEPERA kala itu Sukarno telah perintahkan anjinjg-anjing penjaga (MILITER ) agar jaga rakyat Papua maka PEPERA  kala itu berlangsung dengan situasi yang sangat tegang karena setiap rakyat atau peserta di todong dengan moncong senjata jika pilih Papua di tembak dan jika pilih indonesia dibiarkan. Hal ini perkuat lagi dengan penelitian George Aditjondro yang telah di publikasi 1993, menerangkan pristiwa kala itu bahwa : Bangsa Papua tidak berkomitmen bergabung atau integrasi dengan indonesia maka terlihat aksi-aksi perlawanan dilakukan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Kasus Arfai di lingkungan masyarakat Arfak  dideklarasikan sebagai berdirinya   OPM (Organisasi Papua Merdeka)  dibawa pimpinan Lodwijk dan barends dan ferry awom dan permenas awom. Pada 2948 mereka telah dekralarikan Papua telah merdeka. &lt;br /&gt;Kedua : Kasus Mavic, Markas Viktoria, sebuah gerakan yang dipelopori oleh zeth Rumaropen seorang bintara didikan indonesia yang tidak puas melihat bangsanya idbantai maka adakan perlawanan. Peristiwa ini terjadi di perbatasan PNG kecamatan waris. (baca sofyan yoman; 69)&lt;br /&gt;Dalam New York Agreement 15 Agustus 1962 juga lahir  Roma Agreement berkomitmen diantaranya Pihak indonesia akan menyerahkan kemerdekaan sepenuhnya pada bangsa papua pada 25 thaun mendatang dengan cacatan mendapatkan bimbingan dari pemerintahan indonesia maka unutk mempersipa smeua itu indonesia dengan alasan membagun atau dirikan Universitas cendrwasih (UNCEN) . harapan itu berhasil meredamakan situasi benladnan dan PBB di perkosa oleh alasan indonesia..  Dalam cacatan sejaraha rebublik Indonesia,  mengasakan bahwa : &lt;br /&gt;Pertama : Nederlandsch Nieuw Guinea (Papua Barat) tidak termasuk Hindia Belanda berdasarkan deklarasi Batavia 7 Maret 1910. Wilayah Indonesia dari aceh (sabang) sampai Maluku berada dibalik kuasa gubernur ternate-tidore mengikuti kuasa kerajaan. &lt;br /&gt;Kedua secara fisik orang papua berbeda dari Indonesia bukan hanya itu namun terluhat pula geografis amat jauh tidak dapat dijangkau dengan. Moh. Hatta menegaskan bahwa bangsa Papua ras negroid, bangsa Melanesia maka biarkanlah bangsa itu menentukan nasib sendiri sementara menurut Ir. Soekarno bangsa Papua masih primitive sehingga tidak perlu dikaitkan dengan kemerdekaan. Ali Murtopo juga mengatakan yang kita butuhkan adalah emas-emas papua bukan mas…mas… mas… papuanya. &lt;br /&gt;Papua sudah merdeka indonesia mengkelabui kemederkaan itusampai detik ini kenapa karena papua itu dapur dunia, dapur indonesia.  &lt;br /&gt;Penelitian Pieter Doglever adalah satu pembuktian atau langkah bahwa papua akan proses pengadilan internasionla dimana akan menghadirkan pihak indonesia dan papua serta belanfan dan tidak terlepas USA guna mengakui bahwa papu sudah merdeka sejalk 1 Desember 1969. &lt;br /&gt;Kapan papua merdeka, tunggu tanggal dan waktu tahun sudah tentu .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4251516229963642364-8436721194179724534?l=meelanesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/8436721194179724534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2009/11/papua-sudah-merdeka-pepera-cacat-hukum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/8436721194179724534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/8436721194179724534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2009/11/papua-sudah-merdeka-pepera-cacat-hukum.html' title='PAPUA SUDAH MERDEKA “ PEPERA CACAT HUKUM”'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364.post-2809591036902943705</id><published>2009-11-20T07:42:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T07:42:12.451-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MILITERISME'/><title type='text'>MILITER TANGKAP MASYARAKAT JELANG 1 DESEMBER</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jayapura- selalu saja ada alasan bagi kepolisian menjelang 1 Desember. Tidak lazim lagi bagi orang asli Papua bahwa 1 Desember  merupakan hari sacral atau suci bagi Bangsa Papua. Jika menelusuri history perjuangan Bangsa Papua I Desember   1969 merupakan  hari lahirnya  Negara West PAPUA. Tidak dapat dipungkiri oleh Negara indonesia Saerikat karena merupakan suatu kewajiban agi rakyat Papua  jika mengadakan mengibarkan Bintang Kejora. Bintang kejora adlah symbol  budaya selalu dikibarkan dan  hal itu “Pengibaran Bintang Kejora”  wajar-wajar saja. &lt;br /&gt;Demi menjaga perbuatan yang dianggap melawan Negara kesatuan Republik Serikat (NKRS) itu maka di kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Kamis,  (19/11) Polisi meningkatkan keamanan. Keamanan yang dilakukan adalah mengadakan Swiping pada setiap daerah-derah yang dianggap rawan  terjadi konflik seperti menurut pantaun tadi Pagi pukul  08 : 00 sampai 12 : 00 waktu papua barat (WPB) Polisi ada dan masih berkeluyuran dalam daerah yang aman itu kini dipandang seolah-olah dianggap ada konflik. Pada  Pagi setiap polsekta mengadakan apel rutin dengan mendengar komando Kapolsek dari Kapolresta agar tetrtibkan setiap  orang yang mengunakan atau membawa ala-alat tajam  dan setiap orang yang berambut gimbal atau terlingkar langsung di tangkap. &lt;br /&gt;Penangkapan yang dilakukan dengan alasan guna  menjaga keaman dan ketertiban karena ada asumsi bahwa perbuatan criminal dilakukan oleh orang yang berambut gimbal terutama keritin (masyarakat pribumi). Setiap penumpang taksi yang turun di mintai keterangan dalam arti Polisi mengadakan swiping penumpang disuruh dengan paksa membongkar barang bawaan diperiksa jika ditemui ada bawa buku yang bertulisan tetang Papua langsung disita dan ditangkap. Sangat terlihat kebiadaban Polisi sangat jelas bahwa setiap masyarakat  secara psikologis merasa di ganggu dan terganggu. Yang bnikin tegang atau kacau keamana itu sebenarnya Polisi atau masyarakat ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendekati seorang Polis dan menanyakan, kenapa swiping dilakukan ? menurutnya karena kini dalam komando kepolisian sangat terdengar keras bahwa akan ada aksi-aksi yang sifatnya merugikan Negara makanya harus ditingkatkan pengamanan. Kami, sedang siaga satu hingga Tanggal 7 Desember “ Barang siapa yang ditemui berani mengadakan aksi brutalisasi maka akan ditangkap dan di masukan dalam buy agar massa tidak terprovokasi tetang masalah Papua Merdeka” .  Sasaran utama yang menjadi incaran dari kepolisian adalah daftar pendacari orang (DPO ) dari POLDA dan Kroni-kroninya, katanya dengan senyum. &lt;br /&gt;Proses pergerakan Mahasiswa juga Aktivis kini sangat menyeramakan karena berbagai lini telah di kuasai oleh aparat keamanan baik militer maupun militerlistik “kaum pribumi” system komnado dari aptar keamana kin iterfokus pada pergerakan aktivis mahasiswa. Jika ada terjadi aksi-aksi yang menimbulkan penyindiran atau provokasi akan langsugn ditangkap guna mengamakan agenda Negara republic serikat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4251516229963642364-2809591036902943705?l=meelanesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/2809591036902943705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2009/11/militer-tangkap-masyarakat-jelang-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/2809591036902943705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/2809591036902943705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2009/11/militer-tangkap-masyarakat-jelang-1.html' title='MILITER TANGKAP MASYARAKAT JELANG 1 DESEMBER'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364.post-7089220232229074649</id><published>2009-11-18T07:13:00.000-08:00</published><updated>2009-11-18T07:13:41.400-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SOSPOL'/><title type='text'>Papua Merdeka Butuh Kesadaran</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tingkat Kesadaran Masa Akan Nasionalis Papua&lt;br /&gt;Perjuangan Papua adalah sebuah perjuangan yang membutuhkan penyatuan seluruh komponen lapisan. Melihat hal itu, maka people power menjadi kekuatan mutlak dalam perjuangan teresebut. Namun hal itu, tidak terlihat di Papua. Kesadaran masa akan masa depan mereka kearah yang lebih jauh belum terlihat dengan sepenuhnya.&lt;br /&gt;Kondisi nyata yang sedang terjadi bahwa, masyarakat hanya disibukan dengan kepentingan ekonomi sesaat. Yakni bahwa mereka hanya berpikir hari ini saya akan makan apa. Kondisi ril inilah yang membut mereka tidak pekah akan peristiwa yang akan terjadi dibeberapa tahun kemudian. Keinginan untuk menyelamatkan hari ini lebih dominan ketimbang untuk beberapa hari kedepan karena bagi mereka itu hal yang maya atau mimpi.&lt;br /&gt;Perlawanan sering muncul dari beberapa mama-mama misalnya, namun hal itu hanya sebatas perlawanan sectoral. Perlawanan sectoral itu pun bisa lahir karena mereka merasa tersisi dari kondisi ril, dimana karena merasa akan susah untuk mendapatkan makan dan minum untuk hari ini. Karena berlatar belakang hal itulah yang membuat mereka harus melawan. Kesadaran tentang hal lain terlihat belum ada. Kesadaran bahwa pentingnya nasionalisme papua pun sangat tidak terlihat. Bagi mama-mama, walau pun itu ada, namun hal itu hanya sebatas wacana, atau bagi mereka hanya sebuah mimpi yang susah untuk dilawan apalagi ketika mereka menyuarahkan hak hidup mereka tidak perna ada dukungan dari luar tentang hal itu. berdasarkan itulah maka wacana Papua yang baik hanya sebuah mimpi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman yang baik dari satu orang dengan yang lain itu belum terlihat, sehingga impian yang muncul dari masaing-masing itu hanya terpendam di lubuk hati mereka yang paling dalam sembadi mereka melakukan kegiatan yang ril yang ada di depan mata mereka. Pantingnya nation belum ada pada benah pikiran masing-masing orang Papua. Banyak orang papua yang menginginkan perubahan itu harus terjadi di Papua namun mereka sangat bingung siapakah yang akan memulai hal itu. pengaharapan demi pengaharapanlah yang kemudian menjadi bagian dari hidup mereka sehingga yang ada hanya saling berharap dari satu kepada yang lain untuk sebuah perubahan yang pasti di tanah Papua.&lt;br /&gt; Kondisi ril itulah yang kemudian menyibukan yang satu dengan kesibukannya masing-masing sehingga hilanglah rasa persaudaraan sejatih seperti beberapa tahun lalu. Hilang juga rasa kekeluargaan. Nilai-nilai kemanusiaan pun hilang bersama kondisi yang memang diciptakan oleh pemerintah agar hilang persatuan, kebersamaan, kekeluargaan bagi orang Papua. Perasaan senasip sebagai orang Papua pun hilang. Semua hilang. Melihat itu, maka kini yang ada hanya perjuangan sektoral, dan perjuangan sektoral itu pun datang dari kondisi ril yang membuat mereka tersisi, dan belum ada kesadaran majemuk. Kesadaran sektoral itu juga biasanya dating dari masalah yang dihadapi oleh pribadi mereka. Dilain pihak, orang lain merasa bahwa itu bukan masalah. Itu hal yang wajar, sehingga keinginan untuk harus melawan itu tidak ada sama sekali. Ada juga yang berpikir bahwa, perjuangan yang dilakukan oleh orang lain itu hanya membuat proses perhambatan bagi usaha-usaha mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4251516229963642364-7089220232229074649?l=meelanesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/7089220232229074649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2009/11/papua-merdeka-butuh-kesadaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/7089220232229074649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/7089220232229074649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2009/11/papua-merdeka-butuh-kesadaran.html' title='Papua Merdeka Butuh Kesadaran'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364.post-4769128772747321536</id><published>2009-11-18T07:07:00.000-08:00</published><updated>2009-11-18T07:07:25.756-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='POLITIK DAN DIPLOMASI'/><title type='text'>APA ITU WPNCL</title><content type='html'>APA ITU WPNCL&lt;br /&gt;WPNCL atau yang kita kenal dengan sebutan West Papua National Coalition for Liberation, yang dalam bahasa indonesianya disebutkan “Koalisi Nasional Papua Barat untuk Pembebasan” adalah sebuah wadah koalisi bagi bangsa Papua barat menuju kemerdekaan bangsa Papua Barat yang adil dan sejahtera.&lt;br /&gt;Wadah ini sengaja dibuat dengan penuh kesadaran karena seluruh elemen pergerakan Bangsa Papua ingin bersatu. Karena keinginan besar untuk bersatu itu dating dari seluruh elemen terlepas dari pribadi demi pribadi, maka selanjutnya lahirlah WPNCL. WPNCL itu dilahirkan karena merupakan kebutuhan dunia yang memandang orang papua belum bersatu.&lt;br /&gt;Lahirnya WPNCL itu sendiri atas kesepakatan beberapa Fraksi perjuangan rakyat Papua Barat. Beberapa Fraksi yang mendukung lahirnya WPNCL sebagai payung perjuangan adalah :&lt;br /&gt;a. Fraksi-fraksi yang mendukung :&lt;br /&gt;1. Organisasi Papua Merdeka atau yang disingkat OPM;&lt;br /&gt;2. Tentara Nasional Papua atau yang disingkat TPN;&lt;br /&gt;3. Bintang 14;&lt;br /&gt;4. Angkatan 77;&lt;br /&gt;5. Tapo-Napol&lt;br /&gt;6. Otorita (disetujui pada tahun 2007 oleh Edison Waromi sebagai presiden otorita yang kini tarik-tarikan antara Jakob Rumbiak dkk);&lt;br /&gt;7. PDP (menyatakan sikap dukungan, namun kini tidak jelas perjalanan mereka&lt;br /&gt;8. Ipar;&lt;br /&gt;9. Task Force (mereka lah yang telah bekerja untuk menyiapkan semua untuk persatuan ini sejak tahun 2003 hingga kini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pos Moral&lt;br /&gt;1. AMP (sebagai pos moral yang mendukung persatuan);&lt;br /&gt;2. FNMP (sebagai pos moral yang mendukung persatuan);&lt;br /&gt;3. Front PEPERA (sebagai pos moral yang mendukung persatuan;&lt;br /&gt;c. Pribadi Orang&lt;br /&gt;Seluruh kakak-kakak baik di dalam maupun luar mendukun hal itu. maaf tidak bisa saya tulis karena nama mereka merupakan kerahasiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pertama kali hendak dilahirkan wadah WPNCL ini sebagai payung, terjadi perdebatan yang begitu panjang. OPM mengatakan bahwa karena OPM adalah organisasi tua, maka OPM lah yang harus menjadi payung. Artinya bahwa semua harus melebur menjadi OPM. Sementara fraksi lain tetap mempertahankan jatidiri mereka sebagai sebuah Fraksi. Dan akhirnya muncul solusi bahwa harus ada wadah koordinasi. Dan akhirnya lahirlah wadah koordinasi yang bernama Koalisi Nasional Papua Barat untuk Pembebasan (WPNCL).&lt;br /&gt;Pada kesimpulan bahwa, semua Fraksi tetap harus ada, tapi semua harus bersatu dengan satu ikatan tali yang bernama Koalisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi WPNCL&lt;br /&gt;Fungsi dari payung WPNCL adalah koordinasi. Fungsi itu menjadi kesepakatan karena dipandang bahwa WPNCL lah yang akan menyatukan semua Fraksi. &lt;br /&gt;Ibarat Sapu lidi, Lidi-lidi adalah Fraksi-fraksi, sementara tali untuk mengikat dan menguatkan lidi-lidi itu adalah Koalisi atau WPNCL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat WPNCL&lt;br /&gt;a. Sifat Khusus&lt;br /&gt;Sifat WPNCL adalah umum dan terbuka dan tidak terbatas.  Artinya bahwa, jika ada orang Papua atau bahkan orang non-papua yang ingin mengatakan sikap dukungan atas kemerdekaan bangsa Papua Barat, maka WPNCL dengan keterbukaan hati menerima mereka sebagai Spor Group atau pendukung Papua Merdeka bagi Non-Papua, dan bagi orang Papua WPNCL adalah milikinya karena WPNCL milik semua Fraksi-fraksi perjuangan Papua dan Pribadi orang Papua.&lt;br /&gt;b. Sifat Umum&lt;br /&gt;Sifat umum WPNCL adalah sebagai Penanggungjawab Politik Bangsa Papua Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pragram Kerja WPNCL&lt;br /&gt; Karena WPNCL sebagai wadah koordinasi, maka WPNCL hanya menetapkan program kerja besar semua Fraksi yang menjadi kesepakatan bersama, yang kemudian akan dikerjakan oleh masing-masing Fraksi, yang akan dipertanggungjawabkan oleh WPNCL sebagai Penanggungjawab Politik. Penetapan program kerja tersebut harus melalui satu mekanisme bersama yakni Rapat Kerja Nasional Bangsa Papua Barat (RAKERNAS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: marthen goo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4251516229963642364-4769128772747321536?l=meelanesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/4769128772747321536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2009/11/apa-itu-wpncl.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/4769128772747321536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/4769128772747321536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2009/11/apa-itu-wpncl.html' title='APA ITU WPNCL'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364.post-6555584489657745368</id><published>2009-11-12T11:45:00.000-08:00</published><updated>2009-11-12T11:58:26.162-08:00</updated><title type='text'>kebadabi : Dialog Konflik Papua dan Jakarta Alami Kekosongan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Keinginan Pemerintah Indonesia dan masyarakat Papua untuk melaksanakan dialog nasional dalam rangka menyelesaikan konflik Papua dengan Jakarta yang terjadi semenjak tahun 1963 mengalami kekosongan. Itu disebabkan belum adanya konsep diskusi yang dirumuskan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Ketua Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Fajar Timur Abepura, Jayapura, Papua Neles Tebay Pr dalam diskusi dan peluncuran bukunya berjudul Dialog Jakarta-Papua Sebuah Perspektif Papua, di Jakarta, Rabu (18/3). Buku tersebut diterbitkan Sekretariat Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Jayapura.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Neles menjelaskan, kemauan melakukan diskusi juga sudah menjadi komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang disampaikannya dalam pidato kenegaraan Agustus 2005. Selain itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda, Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono, serta anggota DPR dan DPRD juga menyatakan kemauannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Untuk mengisi kekosongan dalam dialog Jakarta-Papua, maka diperlukan perumusan kerangka acuan yang terdiri dari prinsip dasar, tujuan dan target akhir, tahapan dialog, agenda, peserta, peranan lembaga ilmu pengetahuan, tempat dialog, dan sumber dana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Menurutnya, diperlukan cinta kasih (compassion), kebebasan (freedom), keadilan (justice), dan kebenaran (truth), sebagai prinsip dasarnya penyelesaian konflik Papua-Jakarta. Sementara itu, tujuan akhirnya untuk menciptakan perdamaian di Papua atau Papua, Tanah Damai. Dialog ini terdiri dari empat tahap, yaitu internal orang Papua, antarwarga Papua, wakil orang Papua di dalam dan luar negeri, serta wakil pemerintah Indonesia dan orang Papua.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Apabila kerangka acuan tersebut sudah disepakati kedua belah pihak, maka keseluruhan proses dialog itu dapat berjalan dengan sukses. Sebab dialog Jakarta-Papua dimulai dengan arah yang jelas," kata pria yang disebut Kebadabi atau orang yang membuka jalan.&lt;br /&gt;Ditambahkan, diskusi ini merupakan satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mematahkan pandangan dan anggapan kedua belah pihak sebagai musuh. "Dampak kekerasan dan kegagalan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua membuktikan, diskusi antara pemerintah Indonesia dan masyarakat Papua sangat dibutuhkan," tegasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menyelesaikan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Tim Papua dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Muridan S Widjojo juga menyampaikan begitu pentingnya diskusi yang disertai konsep untuk menyelesaikan konflik Papua. Pada tahun 1999, pernah terjadi dialog Tim 100, di mana terjadi kegagalan diskusi karena ketidakpahaman di antara dua belah pihak.&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Berdasarkan pelajaran tersebut, maka dibutuhkan pemahaman dan toleransi atas perbedaan budaya politik masing-masing. Untuk Papua, istilah dialog perlu dikembalikan pada maknanya yang denotatif. Di mana dialog ini berfungsi sebagai pendekatan damai strategis untuk merobohkan tembok pemisah Jakarta-Papua yang artinya dapat membuka peluang rekonsiliasi," jelasnya.&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris Wakil Presiden Djohermansyah Djohan mengatakan, damai itu indah. "Konflik memang tidak bisa diselesaikan dengan jalan kekerasan. Melainkan bisa diakhiri lewat dialog," tegasnya.&lt;br /&gt;Peneliti Senior Imparsial Otto Syamsuddin Ishak menambahkan, dialog ini merupakan upaya yang bersifat preventif. Upaya yang dilakukan untuk pencegahan agar konflik Papua tidak masuk ke konflik yang lebih tinggi lagi &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4251516229963642364-6555584489657745368?l=meelanesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/6555584489657745368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2009/11/kebadabi-dialog-konflik-papua-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/6555584489657745368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/6555584489657745368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2009/11/kebadabi-dialog-konflik-papua-dan.html' title='kebadabi : Dialog Konflik Papua dan Jakarta Alami Kekosongan'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4251516229963642364.post-4114184596733632512</id><published>2009-10-29T07:42:00.001-07:00</published><updated>2009-11-12T10:38:37.466-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akademika'/><title type='text'>Rektor Uncen Warningkan Dosen yang Bandel</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/Sum0DsGyTXI/AAAAAAAAAAM/74WahPg-Tu0/s1600-h/mati.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398043603852479858" src="http://4.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/Sum0DsGyTXI/AAAAAAAAAAM/74WahPg-Tu0/s320/mati.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 199px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 195px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CJIEL%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="country-region" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Agency FB"; 	panose-1:2 11 5 3 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:Georgia; 	panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:9.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:120%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:9.0pt; 	font-family:Georgia; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:Georgia; 	color:black; 	mso-font-kerning:14.0pt; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: small; line-height: 120%;"&gt;Dalam beberapa waktu lalu, masyarakat dan Mahasiswa Uncen telah saksikan dan baca dalam berbagai media cetak local maupun Regional  bahwa Rektor Uncen Prof. DR. Baltazar Kambuaya, MBA.  menyerukan sekian kalinya, akan  berikan teguran pada dosen-dosen  yang bandel   artinya  Rektor bertekat akan meningkatkan nilai disiplin guna mewujudkan mahasiswa Uncen yang mandiri seperti ada pada Visi dan Misi Lembaga universitas kita (Uncen) .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: small; line-height: 120%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: small; line-height: 120%;"&gt;                Dalam kamus bahasa Indonesia, kata Bandel tidak ditemukan namun dalam kesehariana kata “ Bandel “  identik pemalas, suka meninggalkan tanggung jawab, tidak turuti perintah dari atas dan sebagainya. Lebih lanjut dapat ditapsirkan secara perspektif  individu. Mungkin bandelnya Dosen Uncen terlihat ?  Bandelnya Dosen Uncen terbagi dalam berbagai versi (banyak) itu merupakan kebutuhan masalah namun  salah satu dari banyaknya bandel seperti  dalam proses kedisipilinan belajar-mengajar tidak efisien . &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: small; line-height: 120%;"&gt;                Mahasiswa/I sedang kuliah di Uncen mengharapkan mendapatkan bekal ilmu yang efisien sehingga kelak dapat membagun negrinya ( Papua/red ) khususnya  keluarga, suku, dan bangsa merasakan arti atau makna dari pembagunan akan kesejahteraan, kesetaraan hidup dimana tidak ada diskriminasi, penindasan, marginalisasi, dan sukuisme. Harapan-harapan ditersebut mendatang niat protes mahasiswa namun selalu dbisukan dengan gertakan-gertakan Dosen atau pimpinan  demi menjaga nama baik padahla hal ini masuk dalam kategori  proses pembodohan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: small; line-height: 120%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: small; line-height: 120%;"&gt;                Dalam beberapa waktu lalu, pada  masyarakat dan Mahasiswa Uncen telah saksikan dan baca dalam &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: small; line-height: 120%;"&gt;Mahasiswa/I kuliah di Universitas Cendrawasih datang dari berbagai daerah Papua maupun &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; namun sejak dahulu hingga kini belum mampu menunjukan perbedaan. Mimpi mahasiswa/I itu tidak tersalur makanya banyak Mahasiswa berkeliaran tanpa arah, adakan demontrasi hasilnya pun belum optimal disamping itu   organisasi mahasiswa pun berbenturan amat dasyat akibatnya tercipta kondisi hancur-hancuran, dimana identitas Mahasiwa atau Dosen ?  Hal ini sangat fleksibel.  Ungkapan Tridharma perguruan tinggi yang selalu dibanggakan oleh Mahasiswa dan dosen (mantan mahasiswa)  Mungkin hanya sebuah hiasa belaka. Nantinya, mahasiswa itu mutu atau tidak ? Jika nilai-nilai keilmiahan dalam system akademik nampak hancur-hancuran.                 &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: small; line-height: 120%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="line-height: 120%;"&gt;Kapan ada Realisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: small; line-height: 120%;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Banyak mahasiswa yang berdoa agar pimpinan universitas ( Rektor, Dekan dan Jurusan ) dan jajaranya dibimbing oleh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tuhan dianugrahi hikma agar bijak melihat persoalan mahasiswa. Persoalan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;mahasiswa sekarang seperti&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;proses&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;belajar-mengajar yang penuh eforia, banyak dosen bandel, pembayaran study yang tiap tahun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;mengila,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;pembayaran beasiswa yang tidak jelas, operasian bus yang tidak teratur, keberpihakan, pembatasan kreasi mahasis, kebijakan yang melebihi langit dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: small; line-height: 120%;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;kapan semua berakhir ! Mahasiswa kini kelak akan memimpin negri ini (Papua ) pada waktu mendatang bagaimana jika mental rusak karena system belajar di universitas yang menyimpang dari aturan akademik, banyak dosen bandel mungkin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;di warningkan lebih cepat agar lebih baik, nyatakanlah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: small; line-height: 120%;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Harapan mahasiswa bila tidak tergapai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;semua sama hal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;keHendak-Nya, mari mulai refleksi dan sadari, dimana kelemahan dan lebih-lebihnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dan bersama bertobat agar hidup kita di berkati. Semoga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;ketika aku tidur melihat dunia ini indah tapi ketika bagun dunia ini penuh dengan pembantaian manusia niat ku hanya membuat perubahan unutk generasi mendatang wa wa waw wa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;tulisan ini telah di terbitkan pada Tabloid Kampus Fisip Uncen edisi Perdana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" face="georgia" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;Penulis, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;Tebai Natan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;Mahasiswa  Antropologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4251516229963642364-4114184596733632512?l=meelanesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://meelanesia.blogspot.com/feeds/4114184596733632512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2009/10/rektor-uncen-warningkan-dosen-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/4114184596733632512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4251516229963642364/posts/default/4114184596733632512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://meelanesia.blogspot.com/2009/10/rektor-uncen-warningkan-dosen-yang.html' title='Rektor Uncen Warningkan Dosen yang Bandel'/><author><name>KNPB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12485264814618539843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/SwQJlz4J27I/AAAAAAAAACM/qIZQ39pYFcc/S220/IMG_0831.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_OeiWE529i7s/Sum0DsGyTXI/AAAAAAAAAAM/74WahPg-Tu0/s72-c/mati.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
